2013 : Studi Eksperimen Pengaruh Variasi Temperatur dan Kecepatan Udara Pengering Terhadap Karakteristik Pengeringan Batubara Pada Coal Dryer Dengan Tube Heater Tersusun Staggered

Prof. Dr. Ir. Djatmiko Ichsani M.Eng


Abstract

Batubara bernilai kalor tinggi sangat efisien apabila dimanfaatkan sebagai bahan bakar. Di Indonesia, masih banyak batubara yang tergolong dalam batubara bernilai kalor rendah. Nilai kalor yang rendah disebabkan karena kandungan moisture content yang besar. Pengurangan moisture content batubara dari 37, 5% menjadi 31, 4% mampu meningkatkan effisiensi boiler hingga 2, 6%, sehingga diperlukan suatu proses pengeringan untuk pengurangan moisture content pada batubara. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen menggunakan alat coal dryer dengan tube heater yang tersusun staggered. Pengujian dilakukan dengan menggunakan variasi temperatur udara pengering, yakni sebesar 40 o C, 50 o C, dan 60 o C serta kecepatan udara pengering, yakni sebesar 1, 52 m/s; 1, 71 m/s; dan 1, 9 m/s. Hasil yang diperoleh dari eksperimen ini adalah penurunan moisture content batubara terbesar terjadi pada variasi kecepatan 1, 9 m/s dan temperatur udara pengering 60 0 C, yaitu dari 19,433% menjadi 5,554%. Drying rate batubara terbesar terjadi pada variasi kecepatan 1, 9 m/s dan temperatur udara pengering 60 0 C, yaitu sebesar 0, 00017 kg/s. Sementara nilai effisiensi pengeringan terbesar terjadi pada variasi kecepatan 1, 9 m/s dan temperatur udara pengering 40 0 C, yaitu sebesar 24, 99%. Semakin besar kecepatan dan temperatur udara pengering semakin besar nilai drying rate dan perubahan moisture content. Namun pada pengeringan selama 35 menit, semakin besar temperatur udara pengering effisiensi pengeringan semakin turun.