2017 : Rancang Bangun Fry Counter Berbasis Image Processing Secara Real Time Menggunakan Jaguar Board

Ir. Apriani Kusumawardhani M.Sc
Andi Rahmadiansah ST., MT

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Petani ikan ketika menjual benih ikan dan sebaliknya petani ikan yang membeli benih ikan seringkali terkendali proses perhitungan yang akan memakan waktu cukup lama dan diperlukan juga ketelitian. Permasalahan ini muncul sebagai akibat masih jarangnya dipakai alat penghitung benih ikan atau yang disebut dengan Fry Counter masih terbatas untuk benih ikan ukuran 2 cm lebih. Selain itu dalam penelitian Purbowaskito tahun 2014 mendapati Fry Counter yang sudah ada tidak dapat membedakan adanya gelembung udara yang melewati pipa perhitungan benih ikan dengan benih ikan ikan sendiri yang menyebabkan kesalahan perhitungan. Di lain pihak jika perhitungan dilakukan secara manual membutuhkan waktu 1 jam untuk 500-2000 benih yang tentunya waktu yang terlalu lama misal petani ikan menjual/membeli benih ikan sampai puluhan ribu jumlahnya. Sehingga pada proposal penelitian yang diajukan ini akan mengembangkan Fry Counter hasil dari penelitian di bidang image processing yang merupakan pohon penelitian bidang keahlian Fotonika di Departemen Teknik Fisika FTI-ITS. Perhitungan benih ikan berbasis image processing mempunyai keunggulan dapat mengidentifikasi benih ikan lebih kecil dari 1 cm dan dapat dikembangkan untuk membedakan antara benih ikan dengan gelembung air maupun kotoran yang masuk bersama ikan ketika proses perhitungan dilakukan. Bahkan dengan berbasis image processing maka dapat diidentifikasi jenis ikan berdasarkan morfologinya. Pada Fry Counter yang akan dikembangkan menggunakan kamera sebagai sensornya untuk menghasilkan citra benih ikan dan dilakukan image processing secara digital. Dimulai dari beberapa filterisasi hingga pengenalan bentuk ikan menggunakan proses morfologi, maka untuk menghasilkan perhitungan yang akurat akan digunakan identifikasi berbasis Neural Network dimana sekaligus berpeluang sebagai paten industri keluaran dari penelitian ini. Proses identifikasi ini akan mempelajari rentang bentuk-bentuk ikan sejenis (misalnya ikan Gurame) dan hasil pembelajaran/learning dari Neural Network akan dijadikan acuan/database dari Fry Counter yang dikembangkan. Fry Counter yang dikembangkan ini menggunakan minimum system merk Jaguar yang merupakan jenis peruntukan untuk industri. Diharapkan sisi reliabilitas dan keakurasiannya lebih baik dibandingkan hasil penelitian sebelumnya yang masih skala laboratorium berkaitan dengan peralatan yang digunakannya. Adapun manfaat yang didapat adalah membantu produktifitas petani ikan ketika melakukan transaksi jual beli benih ikan dan terhindarnya kerugian yang diakibatkan kesalahan perhitungan. Sehingga diharapkan dengan semakin bergairahnya sektor perikanan (air tawar/air laut) maka akan meningkatkan kemandirian bangsa ini dengan ditopangnya peralatan pendukung berbasis hasil karya anak bangsa.