2017 : PEMODELAN PERUBAHAN LAHAN DI KABUPATEN\nBANYUWANGI DENGAN MENGGUNAKAN\nLANDUSESIM

Cahyono Susetyo ST., MSc
Adjie Pamungkas ST.,M.Dev.Plg, Ph.D
Hertiari Idajati ST., M.Sc
Nursakti Adhi Pratomoatmojo ST., M.SC.
Fendy Firmansyah, ST, MT


Abstract

Perkembangan kota menurut Raharjo dalam Widyaningsih (2001), bermakna perubahan\nyang dialami oleh daerah perkotaan pada aspek-aspek kehidupan dan penghidupan kota tersebut,\ndari tidak ada menjadi ada, dari sedikit menjadi banyak, dari kecil menjadi besar, dari ketersediaan\nlahan yang luas menjadi terbatas,dari ketersediaan ruang yang sedikit menjadi teraglomerasi secara\nluas dan seterusnya.\nPerkembangan suatu kota selalu diikuti dengan perubahan penggunaan lahannya, contoh\nsederhana dari fenomena ini adalah bertambahnya kawasan terbangun dan berkurangnya kawasan\nnon-terbangun. Perubahan pemanfaatan lahan adalah suatu pemanfaatan baru atas lahan yang\nberbeda dengan pemanfaatan lahan sebelumnya (Dristarto dalam Mulyana, 2006). Menurut Zulkaidi\n(1999) perubahan pemanfaatan lahan dapat mengacu pada 2 (dua) hal, antara lain pemanfaatan\nlahan sebelumnya dan rencana tata ruang. Pemanfaatan lahan yang mengacu pada pemanfaatan\nlahan sebelumnya adalah suatu pemanfaatan baru atas lahan yang berbeda dengan pemanfaatan\nlahan sebelumnya, sedangkan perubahan yang mengacu pada tata ruang adalah “Pemanfaatan\nlahan baru yang sesuai dengan rencana tata ruang kota ataupun yang menyimpang.