2019 : Pembuatan Kapsul berbahan dasar Kitosan Larut Air dari Kitosan Komersial

Dra. Harmami M.Si.
Dra. Ita Ulfin M.Si.
Arif Fadlan S.Si, M.Si
Yatim Lailun Nimah S.Si, M.Si., Ph.D


Abstract

Baterai merupakan salah satu tempat penyimpan energi yang banyak dibutuhkan dalam berbagai macam peralatan elektronik. Selama beberapa tahun terakhir, aplikasi baterai ion litium sebagai baterai rechargeable mendominasi pasar elektronik. Kebutuhan akan litium naik dengan pesat dan komsumsinya mencapai kenaikan 7-10% per tahun. Salah satu material alternatif pengganti litium adalah natrium. Natrium merupakan logam yang secara kimia sangat dekat sifatnya dengan litium. Dalam penggunaannya sebagai penyimpan energi, baterai Na-ion memerlukan elektrolit sebagai sarana penghantar elektron. Beberapa permasalahan terkait penggunaan elektrolit cair di antaranya adalah kebocoran yang dapat berakibat fatal. Pada beberapa penelitian, SiO2 dan TiO2 yang digunakan sebagai pengisi polimer elektrolit dapat meningkatkan konduktivitas hingga 3.57 × 10−7 S/cm dan 2.62 × 10−4 S/cm. SiO2 sebagai material pengisi polimer elektrolit dapat diperoleh dari sekam padi yang kandungannya hampir 20 wt%. Beberapa penelitian mengenai kandungan yang ada dalam sekam padi menunjukkan bahwa terdapat sekitar 87 – 98% silika (SiO2) dan sisanya pengotor logam (seperti K2O, Al2O3, CaO, MgO, Na2O, dan Fe2O3). Aplikasi silika baru-baru ini digunakan untuk bahan pengisi polimer elektrolit. Pemanfaatan sekam padi dinilai menjadi alternatif yang tepat untuk menanggulangi limbah sekam padi sekaligus meningkatkan daya guna sekam padi.