2016 : MANAJEMEN PEMBANGKITAN DAYA TERPADU PADA SISTEM PROPULSI HYBRID SHAFT GENERATOR

Dr. Eddy Setyo Koenhardono ST,M.Sc.

Year

2016

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Presiden Jokowi telah mencanangkan tekat untuk menjadikan Indonesia sebagai \"Poros Maritim Dunia\" dengan menggunakan strategi \"Lima Pilar Utama\". Dimana sebagai pilar kelima dan terakhir yang merupakan pelindung sekaligus penjamin dari terlaksananya Indonesia sebagai poros maritim dunia merupakan sebuah tantangan yang sangat berat. Hal ini berkaitan dengan luas wilayah laut Indonesia yang mencapai 3.273.810 km², sehingga membutuhkan anggaran biaya yang sangat besar. Kondisi yang terjadi pada saat ini adalah kegiatan patroli tidak bisa optimal disebabkan keterbatasan anggaran biaya operasional kapal patroli TNI AL. Panglima Armada Barat TNI AL Laksamana Muda Widodo mengatakan, untuk tahun 2014 Armada Barat hanya mendapatkan anggaran kegiatan patroli 27 persen bahan bakar dari alokasi yang dibutuhkan.[Anonim, 2014] Apalagi bila poros maritim dunia benar-benar terwujud, anggaran untuk patroli akan semakin membesar. Seiring dengan permasalahan tersebut dan isu global terkait dengan pemanasan global, serta RIP ITS 2016–2025, dimana ITS mencanangkan untuk mengembangkan sistem atau peralatan-peralatan yang mampu mengurangi emisi yang dihasilkan oleh sistem permesinan di kapal. \n Berdasarkan sudut pandang mata seorang marine engineer, pengurangan emisi dapat diartikan sebagai pengurangan konsumsi bahan bakar di kapal atau pengoperasian permesinan pada daerah yang hemat bahan bakar untuk mencapai daya output yang sama. Untuk mencapai hal ini, maka peneliti berusaha untuk mempromosikan aplikasi sistem propulsi hybrid shaft generator untuk diaplikasikan pada kapal-kapal patroli yang ada di Indonesia. Sistem propulsi hybrid shaft generator memiliki lima mode operasional yang dapat disesuaikan dengan kondisi yang ada di lapangan, sehingga diperoleh pengurangan konsumsi bahan bakar sekaligus pengurangan emisi. \n Agar hasil penelitian yang telah kami lakukan di atas dapat diimplemantasikan pada koondisi yang sebenarnya, maka pada usulan penelitian ini, kami merencanakan untuk melakukan percobaan dalam skala model kapal yang menggunakan sistem propulsi mekanis diperbandingkan dengan penggunaan sistem propulsi hybrid shaft generator. Hasil dari penelitian ini dapat menjadi pijakan untuk lebih mempromosikan penggunaan sistem propulsi hybrid shaft generator pada kapal-kapal patroli di Indonesia. Dari hasil penelitian ini akan dihasilkan beberapa paper yang akan dipresentasikan pada seminar nasional maupun internasional, serta beberapa paper pada jurnal nasional terakreditasi.