2017 : Simulasi Numerik Tegangan Sisa dan Distorsi Akibat Pengelasan pada Struktur Bangunan Laut

Ir. Handayanu M.Sc, Ph.D
Dr. Eng. Rudi Walujo Prastianto ST., MT.
Nur Syahroni ST.,MT.,Ph.D

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Teknik pengelasan digunakan dalam berbagai bidang manufaktur dan industri terutama dalam bidang perkapalan dan industri maritim. Pada tahap fabrikasi pembuatan sebuah kapal, teknik pengelasan yang baik sangat diperlukan agar tidak terjadinya kegagalan-kegagalan pada sebuah konstruksi kapal tersebut. Salah satu permasalahan yang menjadi tantangan dalam dunia teknik pengelasan adalah adanya tegangan sisa dan distorsi pada hasil pengelasan. Tegangan sisa yang tinggi pada daerah lasan akan mengakibatkan terjadinya penuruan pada kekuatan tekuk, kekuatan las, dan fatigue life. Sedangkan distorsi pada logam induk akan mengurangi kekuatan tekuk. Perubahan ini juga akan sangat berpengaruh terhadap keandalan struktur. Fenomena tegangan sisa dan distorsi tidak dapat dihindarkan tetapi bisa diminimalisasi dengan dikuranginya besar heat input, diberikan heat treatment, memperkecil sudut las, dan urutan pengelsaan yang terbaik (Wibowo, 2016). \nBesar dan distribusi dari tegangan sisa dan distorsi dapat dipengaruhi dari banyak faktor termasuk sifat material, geometri, dan prosedur pengelasan. Untuk penelitian dalam fenomena tegangan sisa dan distorsi sudah banyak dilakukan, tetapi hanya pada obyek-objek yang sederhana seperti pada sambungan pelat. Untuk struktur yang besar dengan sambungan yang kompleks dibutuhkan penelitian-penelitian belum banyak dilakukan sehingga nantinya bisa diaplikasikan di dunia industri. Pada penelitian terdahulu, pemilihan eleman dalam metode elemen hingga ini ada dua pilihan, yaitu elemen solid dan elemen shell. Dan hasilnya elemen shell lebih cepat dibandingkan dengan elemen solid dalam menghasilkan besar tegangan sisa dan distorsi (Wibisono, 2017). Dalam studi ini akan dilakukan simulasi numerik untuk mendapatkan besar dan distribusi tegangan sisa dan distorsi pada bangunan laut jenis terapung dan terpancang dengan mempertimbangkan urutan pengelasan dan post weld heat treatment (PWHT).