2017 : MODEL KAMPUNG BERKELANJUTAN DI KELURAHAN KEPUTIH, KEJAWAN PUTIH TAMBAK, DAN GEBANG PUTIH

Ir. Eddy Setiadi Soedjono Dipl.SE.M.Sc, Ph.D
Dra. Tri Widyastuti M.Si.
Bieby Voijant Tangahu S.T., M.T., Ph.D.
Karina Pradinie Tucunan S.T., M.Eng.


Abstract

Kelurahan Keputih, Kelurahan Kejawan Putih Tambak, dan Kelurahan Gebang Putih merupakan kelurahan yang berada di daerah sekitar Kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Keberadaan ITS memang diakui masyarakat memberikan dampak positif khususnya pada aspek perkembangan ekonomi. Keberadaan ITS dapat menggerakkan perekonomian lokal masyarakat seperti berdirinya rumah-rumah indekos, warung makan dan memberikan dampak positif khususnya pada aspek perkembangan ekonomi. Keberadaan ITS dapat menggerakkan perekonomian lokal masyarakat seperti berdirinya rumah-rumah indekos, warung makan dan laundry. Namun di sisi lain perkembangan Kampus ITS ternyata secara tidak langsung juga memberikan dampak negatif. Beberapa fenomena menunjukkan adanya disparitas antara lingkungan di sekitar ITS terhadap pembangunan kampus seperti masih adanya permukiman kumuh Kelurahan Kejawan Putih Tambak dan masih adanya masyarakat yang melakukan BABS di Kelurahan Keputih.\nPerkembangan kota tentunya memberikan dampak pada keseluruhan aspek perkotaan, termasuk pada aspek permukiman. Salah satu bentuk nyata dampak dari perkembangan kota adalah munculnya perkampungan. Sany (2009) menjelaskan bahwa kampung merupakan permukiman yang terbentuk di perkotaan akibat adanya proses aglomerasi. Oleh karena itu semua kampung harus bersiap agar tidak tertinggal oleh perkembangan kota yang dinamis.\nSalah satu bentuk kesiapan kampung adalah dengan merumuskan pembangunan kampung berkelanjutan. Kampung berkelanjutan merupakan sebuah usaha untuk menciptakan model masyarakat lokal dalam menghadapi dunia modern. Berkelanjutan yang diharapkan meliputi berkelanjutan dalam aspek lingkungan, sosial, ekonomi dan juga aspek – aspek lain yang terkait di wilayah penelitian, seperti masalah kebencanaan. Berkelanjutan secara lingkungan yang berarti bahwa masyarakat tersebut mampu menunjukkan upaya pelestarian lingkungan dengan penyediaan infrastruktur dasar yang layak, berkelanjutan secara ekonomi yang berarti bahwa masyarakat memiliki kapasitas pengembangan ekonomi yang baik, serta berkelanjutan secara sosial bermakna bahwa perkembangan ekonomi dan lingkungan dapat diadaptasi dengan baik oleh masyarakat sekitar. Secara lebih detil kriteria mengenai kampung berkelanjutan akan direview dalam skem penelitian pendukung unggulan.\nDalam menciptakan model dan definisi mengenai kampung berkelanjutan yang spesifik untuk ketiga kelurahan tersebut tentunya tidak hanya dapat digeneralisir dari hasil – hasil yang umum. Perlu dilakukan identifikasi lebih mendalam terkait kondisi lapangan yang ada sehingga memudahkan aplikasi – aplikasi pembangunan di ketiga kelurahan tersebut.\n\nKata Kunci: kampung, berkelanjutan, Kampus ITS