2017 : PENILAIAN KAPASITAS STAKEHOLDER DALAM MERESPON BENCANA GEMPA BUMI DI KOTA MALANG

Dr. Ing. Ir. Haryo Sulistyarso
Ummi Fadlilah Kurniawati ST, M.Sc

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Mewujudkan sistem perkotaan yang berketahanan bencana merupakan salah satu upaya membangun kota berkelanjutan. Maka dari itu, karena kota memiliki peran yang penting sebagai penyebab maupun sebagai yang terkena dampak dari adanya ancaman bencana, kota menjadi area yang paling rentan terkena kerugian akibat kejadian bencana alam. Kota Malang merupakan salah satu kota terbesar di Jawa Timur, yang memiliki kerentanan terhadap bencana. Menurut PVMBG (2010) Kota Malang memiliki kerentanan yang tinggi terhadap bencana gempa bumi. Hal ini tentunya memberikan indikasi bahwa sewaktu-waktu jika terjadi kejadian gempa bumi, sudah dapat diprediksi bahwa Kota Malang akan memiliki kemungkinan untuk terkena dampak yang besar dari kejadian ini. Salah satu stakeholder kunci dalam penanggulangan bencana adalah pemerintah daerah, sebagaimana Becker (2012) menyatakan bahwa hampir pada semua kota didunia menganggap bahwa pemerintah merupakan stakeholder utama yang mendukung secara rasional dalam manajemen bencana dimana pemerintah merupakan penyedia sumberdaya penanggulangan bencana bisa terakomodasi dengan optimal. Penelitian ini akan mencoba menilai seberapa tingkat kapasitas pemerintah Kota Malang dalam memanajemen risiko bencana gempa bumi. Sehingga untuk kedepannya, penelitian ini akan menjadi evaluasi bagi pemerintah daerah Kota Malang untuk dapat meningkatkan kapasitasnya agar mengurangi kerentanannya terhadap bencana gempa bumi. Berdasarkan tujuan penelitian tersebut, studi ini akan dilaksanakan dengan tiga tahap, yaitu (1) identifikasi tupoksi perangkat kerja pemerintah Kota Malang yang terlibat dalam sistem kerja manajemen risiko bencana gempa bumi, (2) Menganalisis tingkat kapasitas pemerintah Kota Malang dalam manajemen risiko bencana gempa bumi, dan (3) Menganalisis kesenjangan antara kapasitas pemerintah saat ini dan kapasitas ideal yang diharapkan untuk manajemen risiko bencana gempa bumi. Adapun metode yang digunakan pada peneitian ini adalah kualitatif deskriptif, menggunakan content analysis dan FGD (Forum Group Discussion).