2019 : Mengabadikan Makna Enjoyment pada Sentra Kuliner dan Oleh-Oleh

Ir. I Gusti Ngurah Antaryama Ph.D.


Abstract

Penutupan aktivitas prostitusi di kawasan Putat Jaya pada tahun 2014 lalu memberi dampak pada kehidupan masyarakat sekitar. Dampak tersebut terjadi akibat hilangnya daya tarik dari kawasan ini sehingga membutuhkan daya tarik atau brand baru. Re-brand-ing dilakukan dengan menggunakan teori makna dalam arsitektur. Citra yang akan dibentuk untuk kawasan Putat Jaya merupakan penggeseran citra “pleasure” yang erat dengan kegiatan prostitusi menjadi citra atau makna “enjoyment” yang akan diabadikan pada sebuah objek desain. Objek desain ini merupakan respon terhadap kebutuhan, potensi, dan profesi masyarakat setempat, yaitu sentra kuliner dan oleh-oleh. Pada proses desain sentra kuliner dan oleh-oleh, digunakan metode naratif untuk menceritakan mengenai makna enjoyment dalam objek desain. Sentra kuliner dan oleh-oleh didesain agar bisa menstimulus indra visual dan kinestetik, sehingga bisa menimbulkan kedekatan (immediacy) terhadap objek desain dan memunculkan makna enjoyment. Eksplorasi indra visual dan kinestetik dipadukan sehingga terbentuk konsep permukaan dinamis. Narasi desain dikaitkan dengan konsep permukaan dinamis untuk ditransformasi menjadi sebuah sentra kuliner dan oleh-oleh yang mengabadikan makna enjoyment. Maknn enjoyment pada arsitektur ini akan hadir pada bentuk permukaannya yang bergelombang dan berlipat-lipat.