2020 : Pengembangan Sistem Rehabilitasi Upper-limb dengan Functional Electrical Stimulation untuk Pasien Pasca Stroke dengan Hemiplegia

Muhammad Hilman Fatoni S.T., M.T

Year

2020

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Stroke adalah suatu penyakit cerebrovascular yang mempengaruhi arteri yang menuju maupun didalam otak, yang mana ketika suplai oksigen ke otak terhenti ataupun terjadi pecahnya pembuluh darah, dapat merusak jaringan otak yang berkorelasi dengan fungsi fisiologi manusia. Menurut data dari World Health Organization, stroke adalah penyebab kematian terbesar kedua dan penyebab disabilitas terbesar ketiga. Hal ini mendorong pengembangan sistem rehabilitasi stroke yang lebih mumpuni untuk mendukung proses pemulihan pasien agar dapat beraktivitas kembali secara normal dan tidak bergantung pada orang lain. Selama ini, data dari berbagai studi penelitian menyatakan bahwa terapi berbasis kegiatan repetitif, terapi robotik, dan terapi stimulus elektrik hanya memiliki tingkat efektifitas 50-60%. Hal ini tentu mendorong perancangan sistem rehabilitasi yang dapat meningkatkan efektibilitas metode yang sudah ada, salah satunya menggunakan stimulus elektrik atau yang dikenal sebagai functional electrical stimulation (FES). Oleh karena itu diusulkan suatu sistem rehabilitasi FES berbasis metode konvensional untuk restorasi pergerakan pergelangan tangan serta metode novel yang berbasis skenario permainan yang memanfaatkan partisipasi aktif dari pasien penderita stroke untuk mengembalikan fungsi menggenggam, terutama pada pasien hemiplegia. Metode yang digunakan adalah dengan penggunaan kontrol PID dan multi-layer perceptron sederhana dengan masukan range-of-motion tangan normal yang akan mengendalikan stimulus FES pada tangan yang mengalami kehilangan fungsi untuk mengontrol permainan sekaligus melakukan terapi. Dengan metode yang bervariasi ini diharapkan pasien tidak terbebani dengan kewajiban untuk melakukan terapi dan secara efektif mendapatkan kembali fungsi motorik yang hilang. Penelitian ini juga ingin membandingkan antara rehabilitasi berbasis metode konvensional (pergerakan berulang) dan berbasis permainan.