2018 : Pembuatan Hydrogel Berbasis Bahan Berlimpah Terbarukan untuk Pendesak Minyak Bumi Keluar Permukaan pada Proses Eksplorasi

Dr. Ir. Sumarno M.Eng.
Prida Novarita Trisanti S.T., M.T.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Produksi minyak bumi di Indonesia dari tahun ke tahun mengalami penurunan. Hal ini disebabkan karena tambang minyak bumi yang sekarang dieksplorasi merupakan sumur tua. Sehingga kandungan minyak yang ada di dalam sumur tersebut semakin kecil dan banyak terkandung air didalamnya. Proses pengilangan minyak pada sumur tua dapat menggunakan metode water flooding/air flooding. Namun metode ini memiliki keterbatasan dalam mendorong minyak bumi untuk keluar. Sekarang dikembangkan metode lain yaitu Enhanced Oil Recovery (EOR), dengan chemical flooding menggunakan polimer. Enhanced oil recovery (EOR) merupakan teknik produksi tersier salah satunya dengan menginjeksikan polimer dalam reservoir. Injeksi polimer ke dalam sumur minyak dilakukan untuk mengurangi permeabilitas, meningkatkan viskositas air dan menurunkan mobilitas sehingga menghasilkan penyapuan minyak yang meningkat. Penggunaan polimer sintetis dengan crosslinker untuk pembuatan hidrogel telah terbukti mampu meningkatkan produksi minyak bumi. Namun penggunaan polimer sintetis sangat tergantung dengan bahan baku terbarukan dan tidak ramah lingkungan. Pati sangat potensial digunakan sebagai polimer alami dalam pembuatan hidrogel karena bersifat hidrofilik, melimpah, murah serta ramah lingkungan. Oleh karena itu modifikasi hidrogel dari bahan alami dan sintetis dapat menjadi salah satu alternatif sintesa hidrogel yang ramah lingkungan, murah dan memiliki daya serap terhadap air yang tinggi, kekuatan mekanik serta termal yang baik. Hidrogel dibuat dengan pencangkokan asam akrilat pada pati dengan menggunakan inisiator dan crosslinker untuk membentuk jaringan tiga dimensi. Metode yang digunakan yaitu kopolimerisasi graft dengan teknik polimerisasi larutan. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari pengaruh konsentrasi crosslinker dan konsentrasi inisiator terhadap kapasitas penyerapan air sehingga hidrogel mampu diaplikasikan dalam eksplorasi minyak bumi. Penelitian diawali dengan pembuatan larutan pati (10% wt) dan dipanasi pada suhu 95OC selama 30 menit. Kemudian dilakukan pendinginan hingga suhu 30OC. Monomer asam akrilat (netralisasi 40%) dan crosslinker (N,N-metilenbisakrilamid) pada berbagai konsentrasi dicampurkan dengan larutan pati dan dipanaskan pada suhu 60OC. Kemudian menambahkan inisiator (kalium peroksidisulfat) pada suhu 70OC. Setelah proses inisiasi, produk dipresipitasidengan etanol. Produk dikeringkan dalam oven dan dikarakterisasi. Karakterisasi produk antara lain adalah Fourier Transform Infra Red (FTIR), Scanning Electron Miscroscopy (SEM), Differential Scanning Calorimetry (DSC) .