2018 : Produksi Gula Reduksi dari Limbah Kulit Kopi dengan Campuran Mikroorganisme, Enzim, dan Surfaktan

Ir. Nuniek Hendrianie
Prof. Dr. Ir. Tri Widjaja M.Eng.
Eva Oktavia Ningrum S.T., M.S

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Produksi gula reduksi dari lignoselulosa telah banyak menarik perhatian para peneliti dalam kurun beberapa tahun ini. Lignoselulosa dapat diperoleh dari banyak sumber seperti dari kulit kopi namun pemanfaatan kulit kopi belum optimal karena pada umumnya petani menjual limbah tersebut dengan harga murah untuk pakan ternak. Hal ini sangat disayangkan karena lahan pertanian kopi di Indonesia sangat luas dan menghasilkan limbah kulit kopi yang juga melimpah. Oleh karena itu pengolahan limbah kulit kopi menjadi gula reduksi dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengoptimalkan pemanfaatan limbah tersebut. Limbah kulit kopi mengandung selulosa 63%, hemiselulosa 2,3%, lignin 17%, protein 11,5%, tanin 1,8-8,56% dan pektin 6,5%. Sebelum dimanfaatkan lebih lanjut, diperlukan pengolahan awal pada limbah tersebut untuk menghilangkan lignin, tanin dan kafein sebagai zat inhibitor sebelum proses hidrolisa. Pada penelitian ini, mengetahui menurunkan kadar inhibitor akan digunakan campuran mikroorganisme Aspergillus niger, Bacillus subtilis, Trichoderma ressei dan bakteri hasil isolasi dari limbah kulit kopi. Isolat dari limbah kulit kopi sebelum digunakan akan diidentifikasi menggunakan 16s rDNA dan diuji potensinya dalam menurunkan zat inhibitor. Limbah kulit kopi yang telah melewati proses pretreatment kemudian dihidrolisa secara enzimatik menggunakan campuran enzim selulase dan xilanase murni dengan penambahan surfaktan PEG 4000 dan Tween 80 dan biologis menggunakan mikroorganisme Aspergillus niger dan dengan penambahan surfaktan PEG 4000. Hipotesa penggunaan surfaktan yaitu dapat meningkatkan konversi hidrolisa enzimatik maupun biologis, maka peninjauan pengaruh konsentrasi surfaktan PEG 4000 dan Tween 80 pada proses hidrolisa enzimatik akan dibahas lebih mendalam. Variabel respon yang akan dianalisa diperoleh dari hasil pengujian kadar glukosa, xilosa, selulosa dan hemiselulosa pada sampel hasil proses hidrolisa.