2018 : Penambahan Limbah Botol Plastik Polyethylene Terephthalate (PET) pada Campuran Perkerasan Jalan Jenis Lapis Tipis Aspal Beton-Lapis Aus (HRS-WC)

Ir. Agung Budipriyanto M.Eng., Ph.D
Ir. Rachmad Basuki M.T.
Amalia Firdaus Mawardi ST., MT

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Sampah merupakan salah satu persoalan utama yang ada di Indonesia. Menurut Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan B3 KLHK (2016) total jumlah sampah di Indonesia akan mencapai 68 juta Ton pada tahun 2019, sedangkan sampah plastik diperkirakan akan mencapai 9,52 juta Ton atau 14 persen dari total sampah yang ada. Sedangkan Surabaya menghasilkan sekitar 1.500 ton sampah per hari dengan proporsi 40% dapah anorganik. Lebih dari 1 juta kantong plastik digunakan setiap menitnya, dan 50 persen dari kantong plastik tersebut dipakai hanya sekali langsung dibuang, sedangkan hanya 5 persen yang benar – benar di daur ulang. Hal ini menunjukkan bahwa dibutuhkan adanya inovasi pengolahan limbah plastik untuk dapat menekan jumlah limbah plastik setiap tahunnya. (DKRTH, 2016). permasalahan tersebut dapat diatasi dengan mengembangkan inovasi aspal modifikasi dengan penambahan limbah plastik yang nantinya akan digunakan dalam pembangunan infrastruktur jalan baru maupun perbaikan jalan di Indonesia. Dengan adanya inovasi tersebut diharapkan dapat mengurangi jumlah limbah plastik dan meminimalisir biaya dalam pembuatan lapisan perkerasan. Selain itu, penambahan limbah plastik juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas aspal. Oleh karena itu, diperlukan suatu penelitian terkait inovasi tersebut.