2018 : Evaluasi Sistem Mitigasi Bencana Banjir Kota Surabaya Dengan Monitoring Kejadian Sedimentasi di Kali Surabaya – Tahap 1

Dr., Ir., Kuntjoro MT.
S. Kamilia Aziz ST., MT
Tatas ST., MT
Muhammad Hafiizh Imaaduddiin S.T., M.T.


Abstract

Wilayah Sungai (WS) Brantas merupakan WS kedua terbesar yang ada di Propinsi Jawa Timur dengan wilayah administrative melintasi 15 kabupaten/kota, dengan panjang sungai ± 320 Km dan luas WS ± 14.103 Km2 yang mencakup ± 25% luasan Propinsi Jawa Timur dan ± 9% luasan Pulau Jawa, dimana membentang pada 110o30’ BT sampai 112o55’ BT dan 7o01 LS sampai 8o15’ LS. Diketahui bahwa Kota Surabaya termasuk dalam wilayah administratif WS Brantas dengan perbandingan jumlah penduduk 87 orang/ha, dan tingkat pertumbuhan 0,52% yang artinya tingkat kepadatan Kota Surabaya cukup tinggi. Kota Surabaya merupakan bagian hilir dari WS Brantas dimana terdapat Kali Mas dengan luasan Catchment Area sebesar 1.379 Km2, dimana melihat lokasinya Kota Surabaya sangat berpotensi menjadi area yang rentan terhadap bencana terutama banjir dan sedimentasi. Kali Surabaya merupakan sungai yang sangat berpotensi dalam pengendalian banjir dan transportasi air, dimana perubahan tata guna lahan di DAS Brantas khususnya di hulu akan membuat terjadinya transformasi angkutan sedimen di sepanjang Kali Mas (Sa’ud I, 2008). Untuk mengendalikan banjir di Kota Surabaya, salah satu bagian yang diperlukan untuk pengendali banjir adalah kebutuhan data kejadian sedimentasi yang menyangkut sifat dan karakteristik Kali Surabaya (Kusnan, 2012). Sedimentasi adalah sebuah proses terjadinya sedimen (sediment transport) yang terbawa oleh aliran sungai dalam kaitannya dengan debit sungai, mempunyai arti penting dalam kegiatan pengembangan sumberdaya air. Sedimentasi terbagi menjadi 2 proses yaitu, degradasi dan agradasi. Dengan mempertimbangkan beberapa hal tersebut, maka diputuskan penting untuk melakukan penelitian ini, yaitu “Evaluasi Sistem Mitigasi Bencana Banjir Kota Surabaya Dengan Monitoring Kejadian Sedimentasi di Kali Surabaya – Tahap 1� Penelitian ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab dari pihak akademisi untuk turut membantu pemerintah kota dalam menyiapkan langkah-langkah strategis dalam pembangunan dan pembentukan kota yang layak dan nyaman bagi semua elemen masyarakat. Kata kunci : Banjir, Sedimen, Kali Surabaya, dan Tata Guna Lahan.