2019 : PENGEMBANGAN ALGORITMA MULTI-OBJEKTIVE CEPAT DAN ROBUST UNTUK RISK ASSESSMENT TANGGUL LUMPUR SIDOARJO DAN PATAHAN GRINDULU

Dr. Sungkono S.Si, M.Si
Firman Syaifuddin S.Si., M.T.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Integrasi dari metode resistivitas dan seismik dapat digunakan untuk identifikasi penyebab tanggul lumpur sidoarjo (LUSI) tidak stabil dengan cukup akurat. Umumnya analisa seismik dan resistivitas dilakukan secara terpisah, dengan demikian ada kemungkinan hasil analisa data tersebut mengandung ambiguitas yang tergantung pada noise pengukuran dan jangkauan kedalaman. Inversi simultan antara data seismik (Rayleigh wave dispersion) dan resistivitas perlu dilakukan. Dalam inversi ini, terdapat dua fungsi tujuan, yakni error data resistivitas dan seismik, sehingga perlu melibatkan optimasi multi-objective (MO). Kecepatan dan kehandalan optimasi MO tergantung pada metode optimasi dan metode seleksi. Secara umum, hampir semua metode seleksi (decomposition atau non-dominated sorting) dapat digunakan untuk mengestimasi pareto front (solusi terbaik) model, sedangkan metode optimasi seringkali kejebak pada optimum lokal dan solusi model tergantung pada parameter tunning-nya. Selain itu, kecepatan konvergence dan kehandalan algoritma Mo sangat tergantung pada keduanya (metode optimasi dan seleksi). Dengan pemilihan pendekatan yang tepat, algoritma MO kemungkinan dapat dikembangkan untuk inversi data resistivitas dan seismik secara simultan dengan cepat dan robust. Oleh karena itu, penelitian ini kemungkinan keterbaruan untuk penelitian tahun pertama ini antara lain: 1) Algoritma multiobjektif yang cepat dan robust dalam mencari solusi model; 2) Algoritma MO untuk inversi data resistivitas dan seismik secara simultan untuk menghasilkan resistivitas dan kecepatan gelombang bawah permukaan; 3) Algoritma MO digunakan untuk memodelkan resistivitas dan kecepatan gelombang bawah permukaan tanggul LUSI; 4) Assessment tanggul LUSI berbasis hasil inversi dari algoritma MO. Selanjutnya, diharapkan keempat keterbaruan ini bisa dipublikasikan pada jurnal internasional yang terindek scopus.