2017 : OPTIMISASI KONDISI OPERASI PADA ALKALINE SURFACTANT POLYMER (ASP) ENHANCED OIL RECOVERY MENGGUNAKAN KILLER WHALE ALGORITHM

Ir. Matraji M.Kom.
Totok Ruki Biyanto S.T., M.T., Ph.D.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Minyak merupakan salah satu komoditas yang memberikan kontribusi besar dalam bidang energi. Produksi minyak dari tahun ke tahun mengalami penurunan sedangkan konsumsi minyak mengalami kenaikan yang berdampak terjadinya krisis minyak. Indonesia sebagai salah satu negara pengekspor minyak dunia namun berubah statusnya menjadi importir minyak setelah terjadinya perpotongan jumlah produksi dengan jumlah konsumsi minyak di Indonesia sekitar tahun 2003. Penurunan produksi minyak Indonesia secara alami disebabkan oleh kondisi sumur minyak yang sudah tua sehingga kegiatan eksploitasi sudah tidak maksimal dan cenderung menurun. Enhanced Oil Recovery (EOR) adalah metode yang digunakan untuk mengeksplorasi minyak dari reservoir setelah dilakukan metode primer dan sekunder. EOR secara umum terbagi menjadi tiga jenis yaitu chemcial flooding, miscible flooding, dan thermal recovery. Alkaline Surfactant Polymer (ASP) EOR merupakan salah satu jenis dari chemical flooding dimana efisiensi peningkatan oil recovery dari 11 uji lapangan ASP EOR diperoleh hasil berkisar dari 19% sampai 34% original oil in place (OOIP). Dalam penerapan ASP EOR perlu mempertimbangkan kontribusi relatif dari variabel desain diantaranya yaitu konsentrasi chemical injection ASP, biaya pengadaan bahan chemical injection ASP, cumulative oil recovery yang diperoleh, tekanan injeksi dan laju aliran massa injeksi. Pada penelitian ini pemodelan steady state tekanan berdasarkan Begg’s-Brill pada injection well dan production well. Sedangkan pemodelan tekanan pada reservoir menggunakan persamaan Darcy. Nilai yang dioptimisasi adalah konsentrasi injeksi dari alkaline, surfactant dan polymer, laju aliran massa, dan tekanan injeksi menggunakan teknik optimisasi Killer Whale Algorithm.