2017 : Deteksi gelatin babi dalam makanan olahan menggunakan sensor quartz crystal microbalance termodifikasi NiO nanopartikel untuk pengendalian produk halal\n

Drs. Hendro Juwono M.Si.
Drs. Djarot Sugiarso KS MS.
Dr.rer.nat. Fredy Kurniawan S.Si., M.Si

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Gelatin merupakan salah satu bahan makanan yang diperoleh melalui hidrolisis parsial kolagen dari kulit dan tulang hewan melalui proses asam dan basa. Umumnya gelatin banyak digunakan di industri obat-obatan dan makanan, seperti pada pembuatan cangkang kapsul dan permen lunak marshmallow. Secara fisik, tampilan gelatin babi dan sapi yang digunakan dalam produk makanan olahan seperti marshmallow sangat mirip, sehingga sulit untuk dibedakan secara langsung. Hal ini menjadi faktor pendorong untuk dilakukan identifikasi terhadap jenis gelatin yang digunakan dalam marshmallow. \nBerdasarkan indikator yang telah diungkapkan diatas, maka deteksi gelatin babi dalam suatu produk makanan olahan sangat diperlukan. Menurut beberapa sumber, salah satu metode yang dapat diaplikasikan untuk deteksi gelatin babi adalah menggunakan sensor Quartz Crystal Microbalance (QCM). Metode deteksi dengan sensor tersebut sangat mudah dilakukan dan cepat. Pada penelitian ini, akan dilakukan pembuatan sensor Quartz Crystal Microbalance (QCM) dengan modifikasi NiO nanopartikel untuk deteksi awal gelatin yang digunakan dalam produk makanan olahan, yaitu marshmallow. Keberadaan glukosa dalam marshmallow akan menguji selektivitas dan sensitivitas dari sensor yang dibuat. Deteksi ini dapat dijadikan langkah awal untuk pengendalian produk halal yang sangat bermanfaat bagi masyakarat Muslim khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya.