2016 : MODEL PENENTUAN KEBIJAKAN PERAWATAN FASILITAS PRODUKSI YANG EFEKTIF UNTUK MENDUKUNG PROGRAM PENJAMINAN KUALITAS

Erwin Widodo ST., M.Eng.
Nani Kurniati ST.

Year

2016

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Sejalan dengan berlangsungnya proses produksi di sistem manufaktur dan bertambahnya umur mesin produksi, maka deteriorasi (penurunan fungsi dan kemampuan) fasilitas merupakan suatu keadaan yang tidak bisa dihindari. Kondisi ini dapat diidentifikasi dengan menurunnya performa mesin dan meningkatnya produk cacat. Disamping itu, kapabilitas proses produksi juga menurun ketika terdapat produk yang diluar spesifikasi atau yang menyimpang dari target. Adanya penurunan kualitas produk dan kapabilitas proses merupakan suatu indikator yang efektif terhadap adanya permasalahan pada fasilitas produksi. Hal ini mendorong untuk dilakukannya kegiatan perawatan. \n Perawatan bertujuan untuk menjaga (retain) atau mengembalikan (restore) mesin produksi pada kondisi baik. Pada umumnya kegiatan perawatan dipicu oleh adanya failure (kegagalan, kerusakan) pada mesin, yang sudah dapat dipastikan pada saat itu produk yang dihasilkan akan cacat. Kondisi yang sering terjadi adalah mesin masih dapat beroperasi namun produk yang dihasilkan keluar dari batas spesifikasi. Jika keadaan ini terus berlanjut maka akan lebih banyak lagi produk cacat yang dihasilkan sampai dengan benar-benar terjadi failure pada mesin. Sehingga kegiatan perawatan yang dilakukan tidak efektif lagi untuk mencegah dihasilkannya produk cacat. Oleh karena itu, dibutuhkan kegiatan perawatan yang lebih dipicu oleh menurunnya kualitas produk dibandingkan dengan penyebab konvensional yaitu kerusakan mesin. Sehingga jelas terlihat adanya interaksi antara inspeksi produk dan perawatan mesin. \n Tujuan dari riset ini adalah menghasilkan model interaksi antara inspeksi kualitas produk dan kebijakan perawatan fasilitas produksi. Dua stream besar dalam penelitian membawa pada sasaran berupa desain inspection sampling plan untuk produk, dan model kebijakan perawatan fasilitas produksi dengan mempertimbangkan kualitas produk. Penelitian ini merupakan kelanjutan dari disertasi peneliti yang membahas tentang inpeksi dan penentuan kebijakan perawatan sistem manufaktur. \n Desain acceptance sampling plan yang mampu mengakomodasi pergeseran histori kualitas produk sangat dibutuhkan agar lebih fleksibel. Digunakan pendekatan exact sampling distribution untuk menentukan parameter sampling, yang mempunyai keunggulan dibandingkan dengan pendekatan aproksimasi dalam hal jumlah sampel yang lebih efisien dan rencana sampling yang lebih akurat. Interaksi antara inspeksi dan perawatan dalam bentuk model matematik akan memungkinkan didapatkan nilai optimalnya melalui perhitungan analitik komputasional. Sebelumnya sangat dibutuhkan identifikasi variabel kualitas dan potensi peranannya untuk dapat dimasukkan dalam model optimasi kebijakan perawatan. \n Dengan adanya model kuantitatif yang ditawarkan, maka kebijakan perawatan fasilitas produksi akan mempunyai dampak yang lebih nyata yaitu penjagaan dan penjaminan kualitas produk.