2017 : STUDI PENGAMATAN DEFORMASI DAN AKTIVITAS SESAR KALI SURABAYA DENGAN MENGGUNAKAN GPS

Dr.Ir. Muhammad Taufik
Dr.Ir. Amien Widodo M.Si.
Moh. Singgih Purwanto S.Si., M.T.
Firman Syaifuddin S.Si., M.T.


Abstract

Indonesia adalah termasuk negara dengan aktifitas seismik yang tinggi sehingga dalam perencanaan konstruksi bangunan harus memperhitung-kan aspek-aspek kegempaan. Surabaya dan sekitarnya sebagai kota terbesar kedua di Jawa merupakan tempat yang potensial untuk investasi sehingga ke depan pembangunan bidang konstruksi hendaknya memperhatikan aspek kegempaan untuk menghindari kerugian yang mungkin timbul akibat gempa. \n Berdasarkan riset terbaru oleh Tim Peneliti kolaborasi antara Tim dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Badan Informasi Geospasial (BIG), dan Australia National University (ANU) dinyatakan bahwa Patahan Kendeng masih aktif dengan pergerakan 5 mm per tahun dan patahan ini melintasi wilayah Kota Surabaya. Dengan informasi baru tersebut keberadaan patahan-patahan dekat permukaan disekitarnya perlu kiranya diamati tingkat aktifitasnya. Pada peta geologi lembar Surabaya ditunjukan adanya patahan dibawah Kali Surabaya yang merupakan cabang dari Sungai Brantas. Arah aliran sungai tersebut mengalir kearah Utara menuju Selat Madura dimana seolah-olah memotong tinggian Lidah sehingga mengindikasikan adanya zona lemah yang mudah dipotong oleh aliran sungai. Untuk mengetahui secara pasti aktivitas patahan ini perlu dilakukan pengamatan deformasi dengan menggunakan GPS ketelitian tinggi.\n Dengan adanya pengamatan GPS ketelitian tinggi akan diketahui deformasi yang terjadi diwilayah ini. Pada penelitian ini dilakukan pengamatan dengan GPS Geodetic yang diletakan pada lokasi-lokasi yang sudah ditentukan dan diharapakan dapat memberikan informasi fenomena deformasi yang terjadi, khususnya yang diakibatkan adanya aktivitas patahan Kali Surabaya.\nDengan adanya penelitian ini diharapkan kita bisa mengetahui aktivitas patahan Kali Surabaya, sehingga dapat dilakukan upaya lebih dini untuk meminimalkan risiko akibat adanya gempa yang mungkin terjadi apabila sesar aktif ini bergerak. Hal yang perlu diketahui meliputi lokasi, sebaran, zona sesar aktif, dan karakteristik sumber gempa bumi. Data tersebut diperlukan untuk menganalisis bahaya goncangan gempa, baik pada batuan dasar maupun tanah permukaan, sehingga risiko akibat gempa dan mitigasinya dapat diperkirakan.\n