2017 : NILAI PENTING POTENSI EKONOMI EKOSISTEM MANGROVE DENGAN MENGGUNAKAN NDVI CITRA SATELIT RESOLUSI TINGGI UNTUK MENUNJANG ECO WISATA DAERAH PAMURBAYA (Studi Kasus: Pantai Timur Surabaya)

Prof. Dr. Ir. Bangun Muljo Sukojo DEA.DESS
Husnul Hidayat S.T., M.T.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Indonesia merupakan negara maritim yang cukup luas, maka banyak ditemukan konservasi mangrove mengelilingi daerah pesisir Indonesia. Hutan mangrove merupakan ekosistem yang paling produktif dan merupakan sumber hara untuk perikanan pantai. Mangrove menyokong kehidupan sejumlah besar spesies binatang dengan menyediakan tempat berkembang biak, berpijah dan makan. Spesies tersebut meliputi berbagai jenis burung, ikan, kerang dan krustasea seperti udang, kepiting. Hutan mangrove sebagai salah satu ekosistem yang unik merupakan sumberdaya alam yang sangat potensial, mendukung hidupnya keanekaragaman flora dan fauna komunitas terestris akuatik yang secara langsung atau tidak langsung berperan penting bagi kelangsungan hidup manusia baik dari segi ekonomi, sosial maupun lingkungan.\nPantai Timur Surabaya merupakan daerah dengan ekosistem mangrove paling luas dan beragam di sepanjang pesisir Surabaya. Saat ini Pamurbaya dimanfaatkan sebagai obyek rekreasi wisata alam atau biasa disebut eco wisata. Pemanfaatan ekosistem mangrove sebagai tempat eco wisata ini membawa dampak positif terhadap potensi perekonomian di sekitar wilayah pamurbaya. Sehingga Untuk mengetahui nilai potensi ekonomi ekosistem mangrove dalam menunjang eco wisata daerah Pamurbaya perlu adanya studi untuk pemetaan kondisi ekosistem mangrove di wilayah Pantai Timur Surabaya.\nSeiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi informasi yang semakin pesat, kebutuhan informasi harus memenuhi persyaratan yakni relevan, tepat waktu, handal, dan mutakhir sehingga informasi tersebut bermanfaat secara optimal bagi pihak pengguna dalam proses pengambilan keputusan. Pemetaan kondisi mangrove secara cepat dan tepat dapat menggunakan teknologi penginderaan jauh yaitu dengan memanfaatkan data citra satelit resolusi resolusi tinggi.\nData yang digunakan untuk pemetaan kondisi ekosistem mangrove di Pantai Timur Surabaya adalah data citra satelit resolusi tinggi Pleiades 1A serta data observasi lapangan berupa titik GCP, Spektral ground dan parameter kualitas air. Dari data citra satelit akan dilakukan klasifikasi kelas kerapatan kanopi vegetasi mangrove dengan menggunakan metode indeks vegetasi NDVI dengan menggunakan rumus algoritma sebagai berikut yang kemudian akan dilakukan uji korelasi dengan data observasi lapangan berupa nilai reflektan dilapangan dan parameter kualitas air.\nTujuan yang hendak dicapai pada penelitian ini adalah memetakan kondisi ekosistem mangrove untuk mengetahui nilai potensi ekonomi ekosistem mangrove dalam menunjang eco wisata Pamurbaya. Hasil yang diharapkan dari penelitian ini adalah adanya informasi geospasial dasar berupa peta kondisi ekosistem mangrove tahun 2013, 2014, 2015 dan 2016. Sehingga dapat dijadikan sebagai bahan pengambilan keputusan untuk mengetahui seberapa besar nilai potensi ekonomi ekosistem mangrove dalam menunjang eco wisata Pamurbaya selain itu dapat digunakan sebagai referensi penelitian yang terkait dengan bidang pemetaan, konservasi dan pengembangan ekosistem mangrove.