2017 : Pengaruh Polyaniline (PANI) pada Fabrikasi & Karakterisasi Dye Sensitized Solar Cell

Prof. Dr. Drs Agus Rubiyanto M.Eng.Sc.
Drs. Gontjang Prajitno
Endarko M.Si.,Ph.D.
Nurrisma Puspitasari S.Si., M.Si.


Abstract

Dye Sensitized Solar Cell (DSSC) merupakan sel surya yang tersensitisasi zat pewarna. Sel surya jenis ini dibentuk dengan struktur sandwich dimana terdapat lima bagian antara lain : kaca konduktif transparan ITO (Indium Tin Oxide) sebagai substrat; Lapisan semikonduktor sebagai fotoanoda; dye sebagai donor elektron; elektrolit sebagai transfer elektron; dan elektroda pembanding. Serbuk TiO2 berukuran nanometer didapatkan dengan sintesis menggunakan metode kopresipitasi atau dengan metode sol gel. Pelapisan semikonduktor pada substrat menggunakan metode doktor blade. Pada penelitian sebelumnya “Pengaruh Polimer sebagai Bahan Elektrolit dan Elektroda Pembanding Pada Karakterisasi Arus dan Tegangan dalam Dye Sensitized Solar Cell (DSSC)” didapatkan hasil efisiensi DSSC tertinggi untuk berbagai polimer dihasilkan pada DSSC dengan menggunakan polimer PVA. Dimana hasil efisiensi tersebut sebanding dengan nilai konduktivitas elektrolit pada masing - masing polimer. Hasil efisiensi DSSC yang diperoleh yaitu : 0,083 % untuk PVA; 0,054% untuk PEG 4000, 0,033% untuk PEG 1000 dan 0.005% untuk PMMA. Hasil konduktivitas elektrolit yang di dapatkan untuk masing – masing jenis polimer adalah 47.23 (mS cm-1) untuk PVA; 34.84 (mS cm-1) untuk PEG 4000; 21.98 (mS cm-1) untuk PEG 1000; dan 10.35 (mS cm-1) untuk PMMA. Dari hasil penelitian sebelumnya, polimer yang memiliki konduktivitas yang lebih tinggi akan menghasilkan efisiensi DSSC yang lebih tinggi pula. Oleh karena itu, pada penelitian ini akan digunakan polimer konduktif Polianiline (PANI) sebagai bahan elektrolit dan sebagai katalis pada elektroda pembanding pada karakterisasi DSSC. Hasil sel DSSC ini akan dikarakterisasi berdasarkan jenis polimer pada elektrolit dan elektroda pembanding, serta jenis fotoanoda yang digunakan. Karakterisasi yang akan dilakukan antara lain : Karakterisasi I-V dengan menggunakan I-V meter, Karakterisasi konduktivitas listrik, dan Karakterisasi sifat optis dari dye, elektrolit dan fotoanoda menggunakan Spektrofotometer UV-Vis dan FTIR (Fourier Transform Infrared Spectroscopy).