2019 : BIODEGRADASI LIMBAH PEWARNA CAIR METILEN BIRU OLEH KULTUR CAMPURAN JAMUR PELAPUK COKLAT DAN BAKTERI PENGHASIL BIOSURFAKTAN

Adi Setyo Purnomo S.Si., M.Sc., Ph.D
Hamdan Dwi Rizqi S.Si., M.Si

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Metilen Biru (MB) merupakan zat pewarna sintesis yang banyak digunakan dalam industri tekstil yang bersifat racun dan memberikan dampak negatif pada lingkungan, hal tersebut didukung oleh peratuan menteri perindustrian nomor 07/M-IND/PER/1/2014. Dari bahaya yang ditimbulkan limbah pewarna MB terhadap manusia maupun lingkungan maka diperlukan upaya dalam proses degradasi MB. Biodegradasi limbah pewarna menggunakan jamur dipilih sebagai metode yang murah dan ramah lingkungan. Pada penelitian sebelumnya, beberapa jamur pelapuk coklat (BRF: Gloeophyllum trabeum, Daedalea dickinsii and Fomitopsis pinicola) telah diteliti dapat mendegradasi MB karena jamur ini memiliki reaksi Fenton yang mampu menghasilkan radikal hidroksil (·OH) yang dapat digunakan untuk mendegradasi senyawa polutan organik secara efektif. Akan tetapi, degradasinya masih membutuhkan waktu yang relative lama (14 hari), sehingga diperlukan suatu modifikasi metode, dimana salah satunya menggunakan kultur campuran jamur dan bakteri. Pada penelitian ini, bakteri penghasil biosurfaktan (Pseudomonas aeruginosa) akan ditambahkan ke dalam kultur BRF untuk meningkatkan aktifitas degradasinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan jamur pelapuk coklat dalam mendegradasi limbah pewarna MB dengan penambahan bakteri P. aeruginosa, mengidentifikasi metabolit produk dan jalur degradasinya, serta mekanisme reaksinya. Target penelitian ini adalah publikasi di jurnal internasional terindex scopus yaitu di jurnal “Current Microbiology�(Q2) dengan impact factor 1.519, dan International Seminar of Science and Technology (ISST) 2019, Surabaya, Agustus 2019. Penelitian ini juga melibatkan beberapa mahasiswa sarjana untuk tugas akhir.