2018 : Konsep Perencanaan Ruang Pesisir Berbasis ICZM

Putu Gde Ariastita ST. MT.
Adjie Pamungkas ST.,M.Dev.Plg, Ph.D
Arwi Yudhi Koswara ST., M.T.
Dian Rahmawati S.T, M.T


Abstract

Potensi sumber daya perikanan, pariwisata, migas dan laut sebagai sarana transportasi penghubung antar pulau di Indonesia memungkinkan bahwa negara ini banyak memperoleh manfaat dari potensi maritim yang ada. Namun seiring dengan perkembangan, pengelolaan terhadap ruang pesisir saat ini menjadi belum optimal. Pusat Data, Statistik, dan Informasi Kementerian Kelautan dan Perikanan Tahun 2016 mencatat bahwa peranan sektor perikanan pada kegiatan ekspor impor hanya menyumbang 0,23 % dengan nilai 2.98% dari keseluruhan. Hal tersebut menunjukkan bahwa sektor perikanan masih belum mampu mendukung pendapatan negara melalui kegiatan ekspor. Selain itu adanya pelanggaran kapal asing yang menghancurkan karang pada bulan Maret 2017 masih belum menunjukkan titik terang. Hal tersebut mengindikasikan bahwa Indonesia masih belum memiliki aspek hukum yang kuat dalam mengelola ruang pesisir dan lautnya, sehingga para stakeholders belum sigap dalam menyelesaikan kasus yang menyangkut ruang pesisir dan kelautan. Hal tersebut mendorong diperlukannya konsep dasar perencanaan dalam membantu penataan dan pengelolaan ruang pesisir, dengan pendekatan Integrated Coastal Zone Management atau pengelolaan pesisir terpadu. Ini diperlukan untuk menciptakan kawasan pesisir yang berkelanjutan, pengurangan kerentanan kawasan pesisir, dan pemeliharaan proses ekologi, sistem pendukung kehidupan dan biodiversitas. Adapun dalam lingkup akademisi, maka upaya tersebut dirintis dalam kisi-kisi pembelajaran, yang mana pada penelitian ini akan menghasilkan luaran berupa Buku Ajar dan Modul Praktik Perencanaan Pesisir. Sehingga perumusan konsep dasar perencanaan ruang pesisir dengan pendekatan Integrated Coastal Zona Management bisa menjadi solusi dalam membantu penataan dan pengelolaan ruang pesisir yang lebih baik dengan kerjasama berbagai pihak.