2017 : ANALISIS AKSELERASI UMUR ISOLATOR 20 KV AKIBAT PENGARUH KONTAMINAN PADA PERMUKAAN ISOLATOR DENGAN PENGUJIAN KABUT GARAM BERDASARKAN PENGUKURAN ARUS BOCOR.

Dr. I Made Yulistya Negara ST., M.Sc
Daniar Fahmi ST.,MT.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Perkembangan dari material maju untuk aplikasi penyusunan suatu peralatan juga digunakan pada sistem tenaga listrik, khususnya pada peralatan tegangan tinggi. Salah satu penerapan material maju pada peralatan tegangan tinggi adalah isolator. Isolator merupakan peralatan listrik yang digunakan untuk mengisolir suatu konduktor bertegangan dengan konduktor lain atau konduktor dengan kerangka penyangga yang diketanahkan agar tidak terjadi kebocoran arus( leakage current) atau loncatan bunga api (flash over) yang mengakibatkan terjadinya kerusakan pada sistem tenaga listrik dan membahayakan makhluk hidup yang ada di bawah sistem kelistrikan tersebut. Pada penelitian sebelumnya, telah dilakukan analisis pengaruh kontaminan dan retakan permukaan terhadap karakteristik sebaran medan listrik pada isolator pin menggunakan metode finite element. Selanjutnya, pada penelitian ini akan dilakukan analisis pengaruh kontaminan pada permukaan isolator padat distribusi 20kV menggunakan metode pengujian saltfog-test untuk mengukur nilai leakage current.\nPada penelitian ini, akan dilakukan analisis nilai arus bocor pada isolator menggunakan pengujian saltfog-test. Agar pengujian dan analisis yang dilakukan dapat lebih mendekati kondisi isolator pada lingkungan nyata, pada penelitian ini juga akan dilihat pengaruh kandungan garam sebagai kontaminan di permukaan isolator pada besar arus bocor yang dihasilkan. Hal ini dikarenakan bila nilai arus bocor pada sebuah isolator semakin besar dapat mengakibatkan pemanasan secara terus –menerus di permukaan isolator serta mempercepat penuaan (aging) sehingga isolator tidak berfungsi dengan baik. Dampak terburuk dari hal ini adalah dapat mengganggu kontinuitas penyaluran daya listrik. Harapannya, penelitian ini dapat menjadi rujukan bagi beberapa perusahaan sistem tenaga listrik agar dapat menjaga keandalan dan kontinuitas penyaluran daya listrik.\n