2017 : Perencanaan Pemilihan Alternatif Bahan Baku dan Teknologi Tepat Guna untuk Pembuatan Biodiesel Sebagai Pengganti Bahan Bakar Minyak Dengan Analisa GC dan AHP-BCR

Setiyo Gunawan S.T., Ph.D
Hakun Wirawasista Aparamarta S.T, M.MT

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Adanya peningkatan kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam negeri tidak diikuti oleh produksi BBM dalam negeri. Hal ini mengakibatkan pemerintah mengimpor sebagian kekurangan konsumsi BBM. Besarnya ketergantungan Indonesia pada BBM impor semakin memberatkan pemerintah karena besarnya subsidi yang harus diberikan sebagai akibat adanya kenaikan harga minyak dunia. Hal ini membuat perlu dikembangkan Bahan Bakar Nabati (Biofuel) terutama biodiesel yang bahan bakunya banyak terdapat di Indonesia. Dalam penelitian ini berdurasi selama dua tahun dengan tiap tahunnya memiliki target tertentu. Pada tahun pertama mempunyai target mendapatkan alternatif bahan baku terbaik dan teknologi tepat guna untuk pembuatan biodiesel dengan menggunakan analysis Gas Chromatographic (GC) dan Analytic Hierarchy Process (AHP) - benefit cost ratio (BCR). Dengan analisa GC ini diharapkan dapat mengetahui kandungan kandungan Triglyceride (TG) dan Free Fatty Acid (FFA) di crude oil serta profile fatty acid di TG untuk masing-masing alternative bahan baku. Dengan mengetahui profile tersebut diharapkan dapat mengetahui manfaat lainnya sebagai produk samping untuk input kriteria ekonomi dalam analis AHP. Sedangkan dengan analisa AHP-BCR ini diharapkan dapat menghasilkan alternatif bahan baku dan teknologi terbaik untuk pembuatan biodiesel. Alternatif bahan baku yang dipilih ada tiga yakni, nyamplung, jarak pagar, dan kelapa sawit. Sedangkan teknologi yang digunakan adalah pemurnian secara kimia, pemurnian secara fisika dan batchwise solven-solvent extraction. Kriteria yang digunakan untuk struktur hierarki benefit adalah Ekonomi, Sosial, Ketersediaan bahan baku, lingkungan dan teknis. Sedangkan untuk struktur hierarki cost adalah harga bahan baku, opportunity cost, processing cost, environmental cost, dan Social Cost. Sedangkan tahap kedua mempunyai target menghasilkan yield biodiesel yang optimal dari alternative bahan baku dan teknologi terpilih pada tahun sebelumnya. Diharapkan dengan diketahui bahan baku alternative dan teknologi tepat guna untuk pembuatan biodiesel bisa menjadi solusi kebangkitan energy alternative pengganti BBM di Indonesia.