2017 : Integrasi Fitur Statis dan Fitur Dinamis untuk Pembuatan Sistem Penerjemah Bahasa Isyarat Bahasa Indonesia untuk Alat Bantu Komunikasi bagi Tuna Rungu

Dr.Eng. Nanik Suciati S.Kom., M.Kom.
Wijayanti Nurul Khotimah S.Kom., M.Sc.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Berdasarkan susenas yang dilakukan di tahun 2012 oleh pusat data dan informasi kementerian kesehatan RI menyatakan bahwa jumlah penyandang disabilitas sebesar 2.45% dari total penduduk Indonesia dimana penyandang disabilitas tuna rungu menempati urutan terbesar ke dua. Berarti jumlah penderita tuna rungu di Indonesia tidaklah sedikit. Biasanya orang yang menderita tuna rungu dan tuna daksa mengalami kesulitan dalam berkomunikasi dengan masyarakat. Hal ini mengakibatkan mereka seakan tersisih dalam berkehidupan bermasyarakat karena adanya problem komunikasi.\nSalah satu cara yang sudah dilakukan oleh pemerintah untuk menjembatani komunikasi antara penderita tuna rungu dan masyarakat adalah dengan membuat bahasa isyarat yang kemudian bahasa isyarat tersebut di bukukan dalam sebuah kamus bahasa isyarat yaitu Sistem Bahasa Isyarat Indonesia (SIBI). Namun penggunaan SIBI ini kurang optimal. Hanya orang-orang tertentu (penerjemah) yang mengenal SIBI sehingga ketika seseorang ingin berkomunikasi dengan penderita tuna rungu mereka harus berkomunikasi melalui perantara penerjemah bahasa isyarat yang jumlahnya terbatas. \nDi sisi lain, dengan berkembangnya tehnologi, muncullah penelitian-penelitian yang berusaha untuk membuat sistem yang dapat menerjemahkan bahasa isyarat. Di Brazil, seorang peneliti membuat sistem yang menerjemahkan bahasa isyarat brazil menggunakan sensor RGB-D. Di Arab seorang peneliti menggunakan gloves untuk menerjemahkan bahasa isyarat kata Bahasa Arab. Dan di Perancis, seorang peneliti berhasil menerjemahkan Bahasa Perancis dengan menggunakan sensor Kinect.\nPada penelitian sebelumnya peneliti sudah berhasil untuk menterjemah bahasa isyarat SIBI. Namun bahasa isyarat yang dikenali masih sebatas bahasa isyarat statis karena fitur-fitur yang digunakan adalah fitur statis. Padahal bahasa isyarat yang ada di SIBI ada yang bersifat statis dan ada yang bersifat dinamis. Oleh karena itu, pada penelitian ini diusulkan Pengintegrasian fitur statis dan fitur dinamis untuk pembuatan sistem penerjemah bahasa isyarat istilah Bahasa Indonesia untuk alat bantu komunikasi bagi tuna rungu. Adapun penangkapan gerakan tangan menggunakan teknologi Kinect. Dengan menggunakan kinect user tidak perlu memasang alat apapun di badannya sehingga penggunaan sistem lebih natural. Dengan adanya sistem ini diharapkan seorang penderita tuna rungu dan tuna daksa bisa berkomukasi dengan mudah dan natural dengan masyarakat.