2018 : Integrasi Proses Pengolahan Awal Limbah Kulit Kopi Menggunakan Alkali Peroksida dan Cairan Rumen Untuk Meningkatkan Produksi Biogas

Prof.Ir. Ali Altway M.Sc
Dr. Ir. Lily Pudjiastuti MT.
Eva Oktavia Ningrum S.T., M.S

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Energi merupakan salah satu kebutuhan yang paling penting dalam kehidupan manusia. Sayangnya pemanfaatan energi terbarukan masih sebesar 4% (Menteri ESDM, 2014). Masih sangat diperlukan eksplorasi terhadap sumber energi alternatif, salah satunya adalah biogas. Limbah kulit kopi dapat menjadi sumber bahan baku biogas melalui proses fermentasi. Bagi petani kopi, pengolahan bermacam limbah kopi untuk dapat dikonversi menjadi biogas akan menjadi nilai tambah. Residu kulit kopi yang begitu melimpah berbanding lurus dengan produksi biji kopi yang melimpah pula. Namun pemanfaatannya tidak optimal menyebabkan timbulnya permasalahan lingkungan dan ekologi. Limbah kulit kopi mengandung lignoselulosa yang terdiri dari selulosa, hemiselulosa dan lignin. Selain itu terdapat senyawa anti nutrisi/penghambat pertumbuhan mikroorganisme yang berperan dalam proses fermentasi, seperti kafein dan tanin, yang perlu dihilangkan. Diperlukan proses pengolahan awal (pretreatment) untuk menghilangkan senyawa anti nutrisi tersebut dan kadar lignin yang membatasi akses pemakaian selulosa dan hemiselulos sehingga mempermudah proses enzimatik pada proses fermentasi. Selain limbah kulit kopi, terdapat limbah cairan rumen yang dihasilkan sebagai residu pemotongan hewan ternak di Rumah Pemotongan Hewan Surabaya yang melimpah. Limbah kulit kopi akan di pretreatmen menggunakan Alkali Peroxide (NaOH-H2O2) dan dilanjutkan dengan cairan rumen. Kemudian limbah hasil pretreatmen tersebut dipakai sebagai umpan produksi biogas dalam bioreaktor skala laboratorium. Pada proses produksi biogas akan ditinjau parameter kinetikanya sehingga dapat bermanfaat sebagai data untuk peningkatan skala produksi.