2020 : STUDI BIOGEOGRAFI AVIFAUNA MIGRAN MENGGUNAKAN AVIAN CLIMATE ENVELOPE MODELS SEBAGAI UPAYA KONSERVASI SPESIES DI KOTA SURABAYA

Indah Trisnawati Dwi Tjahjaningrum S.Si., M.Si., Ph.D
Iska Desmawati S.Si., M.Si.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Perubahan iklim merupakan salah satu fenomena alam yang menjadi bahasan dalam topik-topik ilmiah beberapa tahun terakhir. Fenomena ini terkait dengan bagaimana perubahan iklim terjadi, proses dan dampaknya terhadap manusia, tumbuhan maupun hewan serta perkembangan berbagai macam fenomena alam baru yang selalu dikaitkan dengan perubahan iklim. Perubahan iklim global secara modern dapat diakibatkan oleh fenomena antropogenik dengan konsekuensi perubahan ekologi yang signifikan (La sorte dan W.Jetz , 2010) dan diprediksi dapat membuat 15-37% flora dan fauna yang masih ada menjadi punah pada tahun 2050 (Thomas et al. 2004). Prediksi kepunahan spesies dan perubahan habitat menjadi topik pokok dalam kajian dibidang mitigasi fenomena perubahan iklim sehingga terdapat beberapa macam kajian dan alat untuk mengetahui dampak fenomena tersebut. Salah satunya adalah penelitian mengenai climate envelope models yang merupakan suatu aspek dasar penting untuk mengetahui pola persebaran dan pengaruh perubahan iklim terhadap jenis-jenis hewan terancam punah salah satunya adalah avifauna migran. Pemetaan, pemodelan dan karakterisasi preferensi avifauna tersebut dapat terbantu dengan sumber daya alam yang melimpah di Indonesia. Salah satunya adalah kota Surabaya. Sebagai contoh, kawasan pesisir di Pantai Timur Surabaya merupakan salah satu IBA (Important Bird Area) oleh Birdlife International (kode ID103) dengan status A4iii (Congregations). Kawasan tersebut merupakan daerah yang memiliki kelimpahan flora dan fauna terutama mamalia, burung dan mangrove dengan luas wilayah kurang lebih 2.490 ha. Pada penelitian sebelumnya (Penelitian Pemula 2016) telah diketahui terdapat 21 spesies avifauna baik lokal maupun global yakni 2 famili besar (Scolopacidae dan Charadriidae, diketahui terdapat 5 habitat utama avifauna tersebut yakni tambak, lumpur, rawa, mangrove dan pantai dengan 6 spesies yang ditemukan merupakan spesies avifauna migran lintas benua. Spesies avifauna terancam punah (global flyway) memiliki jalur migrasi yang panjang yang secara langsung maupun tidak langsung akan terpengaruh oleh perubahan iklim baik dari segi penurunan jumlah populasi, perubahan penggunaan habitat, pergeseran jalur terbang dan pola distribusinya. Jenis spesies migran di kawasan selain Pantai Timur Surabaya, masih belum dapat diketahui secara ilmiah. Sehingga perlu adanya data terbaru dan analisisnya. Hal ini akan menunjang pengelolaan kota Surabaya secara berkelanjutan. Penelitian tentang avian climate envelope models spesies avifauna terancam punah di Surabaya merupakan salah satu bagian dari pengetahuan distribusi spesies sedangkan analisis spasial digunakan untuk mengkarakterisasi zona-zona dimana burung tersebut berasosiasi dalam habitatnya. Dua parameter utama ini akan menjadi acuan biogeografi spesies pada suatu kawasan. Parameter yang diambil dalam penelitian ini adalah faktor lingkungan abiotik dan tipe habitat serta jenis-jenis spesies avifauna terancam punah yang terdapat di Surabaya. Avian climate envelope models di analisa menggunakan software DIVA-GIS 7.5.0/Maxent dengan faktor lingkungan yang akan digunakan berdasarkan WORLDCLIM yakni suhu dan curah hujan dan selanjutkan akan di tampilkan melalui peta menggunakan software ArcGIS. Spasial lanskap spesies avifauna terancam punah akan ditampilkan melalui peta distribusi avifauna menggunakan hasil GIS serta ilustrasi visual grafis untuk mengetahui preferensi habitat dan karakterisasinya. Sedangkan parameter faktor lingkungan yang lebih berpengaruh dianalisa dengan menggunakan metode ordinasi melalui program CANOCO for Windows 4.5 Penelitian ini diharapkan mampu mengetahui jenis-jenis spesies avifauna terancam punah, menganalisa prediksi distribusi, pola persebaran spesies avifauna terancam punah dan preferensi habitatnya. Penelitian ini di harapkan akan menjadi salah satu penelitian yang dapat dipertanggung jawabkan melalui jurnal Q3 yakni Biodiversitas. Selain hal tersebut, hasil dari penelitian ini diharapkan mampu menjadi dasar komparasi dengan litelatur dan penelitian selanjutnya mengenai perubahan habitat yang telah terjadi di kawasan Surabaya serta menjadi data acuan bagi pengelolaan wilayah konservasi baik skala lokal maupun secara global. Hal ini akan menjadi pendukung pengelolaan wilayah yang termasuk dalam kategori IBA (Important Bird Area). Kata kunci : Surabaya, Avifauna, Migran, Konservasi