2017 : KNOWLEDGE CREATION PADA SISTEM INTELLIGENCE CRIMINALITY\nUNTUK BANTUAN KEGIATAN PENYIDIKAN\n

Ir. Gatot Kusrahardjo
Sri Rahayu S.T., M.Kom

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Penyidikan merupakan suatu tindakan yang dilakukanuntuk mencari serta mengumpulkan bukti, mencari keterangan dari siapa saja yang dapat memberitahu tentang apa yang telah terjadi, sehingga membuat terang tentang tindak pidana yang terjadi dan dapat mengungkapkan siapa yang telah melakukan atau disangka telah melakukan tindak pidana tersebut. Pengetahuan penyidik berkembang, terbentuk, dan terasah dari pengalaman selama pelaksanaan tugas. Pengetahuan tersebut terekam dalam benak penyidik senior sebagai tacit knowledge. Mengingat pentingnya pengetahuan untuk kelangsungan organisasi maka diperlukan sebuah wadah utuk melakukan knowledge creation pengetahuan panyidik. Hal ini sangat diperlukan, jika terjadi mutasi atau pensiun maka organisasi tidak akan kehilangan pengetahuan yang sangat berharga dan bermanfaat untuk antisipasi pelaksanaan panyidikan kedepan.\nKewenanganpenyidik meliputi beberapa hal salah satunya dalam menentukan kebijaksanaan. Hal ini adalah yang sangat sulit dilakukan karena, ketika menangani awal mula tindak pidana, penyidik harus membuat pertimbangan tentang tindakan apa yang akan dilakukan dan harus mengetahui hukum yang mengatur perbuatan kejahatan tersebut, agar penyidikan dapat terarah sesuai perumusan tindak pidananya, sehingga membuat terang tentang apa, siapa, dan bagaimana tindak pidana tersebut dilakukan, kemudian dapat dilakukan penuntutan hukum terhadap pelakunya.\nKetepatan dalam menentukan dasar hukum perbuatan pidana sangat dibutuhkan untuk membantu kerja penyidik, maka diperlukan sebuah sistem untuk menggantikan kemampuan seorang pakar (penyidik). Hasil akhir yang didapatkan dari penelitian ini adalah suatu sistem pakar untuk penciptaan pengetahuan penyidik dan mampu memberikan saran berupa dasar hukum untuk suatu tindak kejahatan dengan menggunakan metode forward chaining. Sistem ini diharapkan dapat menentukan dasar hukum, jenis kejahatan dan contoh kasusnya berdasarkan data perbuatan kejahatan yang telah dilakukan. Hasil keputusan tersebut diharapkan dapat mempermudah kerja penyidik untuk menentukan dasar hukum ketika menangani awal mula suatu tindak kejahatan.\n