2018 : PENINGKATAN NILAI KUALITAS ENERGI BIOMASSA TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT MELALUI STUDI INTEGRASI PRE-TREATMENT - DENSIFIKASI DAN TOREFAKSI

Suyanto ST.,MT.
Detak Yan Pratama S.T., M.Sc.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Tandan kosong sangat berpotensi untuk dimanfaatkan,salah satunya menjadi biomassa. Memanfaatkan limbah tandan kosong tidak hanya mengurangi kebutuhan energi fosil namun dapat mengurangi emisi gas rumah kaca juga. Selain itu pemanfaatan tandan kosong yang berkelanjutan dapat mewujudkan sustainable industry di industri kelapa sawit. Karena limbah padat terbesar industri kelapa sawit adalah tandan kosong kelapa sawit (TKKS). Pemanfaatan tandan kosong sebagai biomassa sampai saat ini hanya sebatas bahan bakar tambahan di pabrik kelapa sawit dimana proses pembakaran secara langsung yang digunakan. Proses ini memiliki kekurangan karena karakteristik tandan kosong yang cenderung memiliki kandungan air yang tinggi. Terlebih lagi sifat tandan kosong yang sangat berserabut membuat proses pegolahan limbah tandan kosong semakin sulit, karena bentuk fisik yang tidak beraturan. Bentuk fisik batang buah dan batang utama memiliki bentuk, densitas dan kekerasan yang berbeda. Terlebih pada permukaan kulit TKKS juga terkandung mineral seperti silika, mangan, dan lainlain yang dapat menyebabkan keausan pada mata pisau ketika proses pengecilan ukurannya. Dengan melakukan pre-treatment terhadap limbah tandan kosong, diharapkan mampu memaksimalkan hasil pembakaran dengan tandan kosong. Dalam penelitian ini akan dilakukan studi eksperimental tandan kosong yang akan diproses dengan torrefaction dan densifikasi untuk meningkatkan nilai kualitas energi. Sebelum proses torrecfaction dilakukan pengeringan dari cacahan tandan kosong yang kemudian dipeletisasi. Selanjutnya dilakukan torrecfaction dalam beberapa variasi suhu dengan rentang antara 200-300 °C dan durasi tertentu. Investigasi dengan menggunakan uji kandungan nilai bakar, uji TGA serta uji karakteristik bakar yang lain dilakukan untuk mendapatkan nilai bakar, kandungan air, luas permukaan pembakaran dan rasio H/C, O/C dalam pellet hasil proses pre-treatment. Hasil dari ¬pre-treatment akan dilakukan pengujian dengan pembakaran serentak bersama batu bara untuk melihat perilaku bakar dan emisi yang dihasilkan oleh pelet.