2018 : ANALISIS SEDIMENTASI SUNGAI CIMANUK SEBAGAI UPAYA PROSES PEMANTAUAN ATAS PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR DI WILAYAH SUNGAI CIMANUK, JAWA BARAT

Tatas ST., MT
Muhammad Hafiizh Imaaduddiin S.T., M.T.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPERA) nomor 04/PRT/M/2015 menjelaskan bahwa Negara Indonesia memiliki 128 wilayah sungai (WS). Salah satu dari total 128 WS yang ada di Indonesia adalah WS Cimanuk yang terletak di perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah, dimana dalam sistem WS Cimanuk tersebut di bagian hilir sungainya akan bermuara pada Waduk Jatigede, sebuah waduk yang terbesar kedua di Indonesia dan baru selesai beroperasi tahun 2017. Berdasarkan informasi pada laman; www.poskotanews.com tanggal 24 Februari 2018 ini menginformasikan bahwa setelah terjadi intensitas hujan yang cukup tinggi di hulu Sungai Cimanuk, tepatnya daerah Garut, yang mengakibatkan Sungai Cimanuk meluap dan kekhawatiran akan bencana banjir terjadi dapat dilihat pada banyaknya titik tanggul yang bocor dan mengeluarkan debit air yang cukup keruh di sela selanya. Sehubungan dengan itu maka diperlukan tinjauan pada daerah aliran Sungai Cimanuk untuk melihat bagaimana kondisi eksisting saat ini, baik pada dasar aliran ataupun penggunaan tata guna lahan disekitarnya. Melakukan survey sedimentasi untuk menemukan laju sedimentasi yang ada guna memastikan apakah ada factor sedimentasi sebagai pendukung bencana banjir tersebut ataukah memang kapasitas debit rencana yang sudah terlampaui oleh curah hujan yang terjadi. Hasil yang diharapkan dari penelitian ini nantinya adalah kesesuaian antara informasi di lapangan, kejadian bencana dan hasil Analisa baik laboratorium maupun teknis mengenai factor penyebab bencana banjir yang ada, serta sebuah usulan rekomendasi penanganan terhadap pengelolaan sumber daya air di wilayah sungai Cimanuk tersebut. Banyak yang dapat dipelajari melihat kondisi yang ada di lapangan saat ini, dengan harapan penelitian ini adalah langkah awal untuk menemukan sebuah pola penanganan terhadap pengelolaan sumber daya air yang tetap memperhatikan nilai terhadap konservasi SDA, pendayagunaan SDA dan pengendalian daya rusak air agar pemanfaatan sumber daya alam (air) dapat dimaksimalkan dan dirasakan secara menyeluruh oleh masyarakat di Indonesia. Kata kunci : sedimen, banjir, tata guna lahan, pola pengelolaan sumber daya air