2017 : Pengembangan Alat Produksi Multi Komoditas Multi Varian\n Untuk UKM Wilayah Ekslokalisasi Surabaya\n

Dr.Ir. Mokh Suef M.Sc (Eng)
Putu Dana Karningsih ST, M.Eng.Sc, Ph.D
Yudha Prasetyawan ST, M.Eng.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Perkembangan UMKM di berbagai daerah menunjukan peningkatan yang cukup besar dimana ditunjukan dengan adanya jumlah UMKM yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Upaya perkembangan UMKM terus dilakukan untuk memperbaiki dan meningkatkan perekonomian daerah. Surabaya merupakan salah satu daerah yang memiliki perkembangan UMKM yang cukup signifikan. Meskipun begitu, upaya pengembangan terus dilakukan seperti pengembangan industri kecil menengah pada wilayah ekslokalisasi. Upaya pengembangan industri kecil menengah di wilayah tersebut dilakukan karena permasalah ekonomi yang terjadi setelah pemerintah melarang dan menutup daerah lokalisasi. Sebagai tindak lanjut dari penutupan tersebut, maka pemerintah berusaha dan menghidupkan kembali perekonomian dengan mengalihfungsikan daerah ekslokasisasi menjadi kawasan usaha ekonomi kreatif. Saat ini di wilayah tersebut sudah berdiri beberapa industri kecil menengah. Namun, segala proses bisnis yang dilakukan masih dikatakan masih kurang, seperti kurangnya pengetahuan dan teknologi dalam pengolahan bahan, proses produksi, proses pengemasan. Segala aktivitas produksi masih menggunakan metode konvensional atau manual. Hal ini akan sangat berpengaruh terhadap waktu produksi dan pemenuhan kebutuhan pelanggan. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka dilakukan perancangan alat produksi yang dapat membantu dan mengembangkan proses bisnis UMKM pada wilayah ekslokalisasi. Perancangan alat produksi ini bersifat multi komoditas multi varian, dimana beberapa komoditas bahan baku dapat diolah menggunakan satu mesin yang dapat menghasilkan produk jadi dengan beberapa jenis kemasan yang berbeda sesuai dengan kebutuhan. Perancangan alat ini dilakukan untuk memberikan nilai tambah pada produk yang akan dipasarkan. Untuk perancangan dan perkembangan produk, maka akan dilakukan identifikasi kebutuhan pengguna dengan menggunakan metode QFD (Quality Function Deployment). Tujuan pengembangan produk adalah untuk mengetahui produk yang diinginkan dan diharapkan pengguna. Selain menggunakan metode QFD, akan dilakukan analisis kelayakan finansial untuk mengetahui layak tidaknya investasi alat dengan menggunakan metode CBA (Cost Benefit Analysis) dengan mengetahui nilai NPV (Net Present Value).