2018 : Pemanfaatan Limbah Botol Plastik Polyethylene Terephthalate (PET) pada campuran Aspal Beton Lapis Pondasi ATB (Asphalt Treated Base)

Ir. Rachmad Basuki M.T.
Machsus S.T.,M.T.
Amalia Firdaus Mawardi ST., MT

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Pemerintah Indonesia menargetkan akan kurangi sampah plastik di laut sampai 70% selama delapan tahun mendatang. Untuk memenuhi target tersebut harus dibarengi berbagai kebijakan manajemen sampah dan pengurangan sampah dari darat. Limbah plastik menjadi persoalan yang serius karena volumenya yang semakin bertambah. Diperlukan upaya untuk mengurangi volume limbah plastik, termasuk jenis limbah botol pastik Polyethylene Terephthalate PET. Dalam konteks ini, pengembangan teknologi pengolahan limbah padat domistik dan industri termasuk limbah plastik ini menjadi sangat penting. Hal ini relevan dengan roadmap penelitian dari Pusat Studi Permukimam, Lingkungan Hidup dan Infrastruktur Penelitian mengenai upaya pemanfaatan (PET) pada Campuran Perkerasan Jalan Jenis Aspal Beton Lapis Pondasi ATB (Asphalt Treated Base) menjadi semakinn relevan untuk dikembangkan untuk menjawab kebutuhan pasar akan peningkatan infrastruktur yang baik. Permasalahan, Bagaimana komposisi campuran aspal plastik terhadap kadar aspal optimum nya, karakteristik campuran kadar plastik pada jenis perkerasan Aspal Beton Lapis Pondasi ATB (Asphalt Treated Base), serta bagaimana perbandingan pada jenis perkerasan Aspal Beton Lapis Pondasi ATB (Asphalt Treated Base) tanpa dan dengan menggunakan limbah plastic. Penelitian ini menggunakan beton aspal pada lapisan pondasi berdasarkan spesifikasi Bina Marga. Campuran aspal beton lapis pondasi pada umumnya disebut Asphalt Treated Base (ATB) atau Asphalt Concrete Base (AC-Base) merupakan pondasi perkerasan yang terdiri dari campuran agregat dan aspal dengan perbandingan tertentu. Lapis aspal beton pondasi atas memiliki sifat-sifat seperti open grade, kurang kedap air dan mempunyai nilai struktural. melalui karakteristik Marshall pada campuran tersebut. Berdasar Peraturan Menteri PU Bina Marga mengenai lapisan aspal dan Standart Nasional Indonesia dan revisinya tahun 2010. Hasil penambahan limbah botol plastik diharapkan dapat meningkatkan kualitas perkerasan aspal beton dengan diketahuinya sifat-sifat campuran dengan metoda yang digunakan.