2017 : Penentuan Standar Pengendalian Minimal Penderita ISPA dan Diare Pada Balita di Kabupaten Pasuruan dengan Pendekatan Spasial Generalized Bivariate Poisson Regression

Dr. Drs. Purhadi M.Sc
Bambang Widjanarko Otok S.Si., M.Si.
Shofi Andari S.Stat, M.Si

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

ISPA adalah suatu penyakit yang terbanyak diderita oleh anak- anak, baik dinegara berkembang maupun dinegara maju dan sudah mampu. dan banyak dari mereka perlu masuk rumah sakit karena penyakitnya cukup gawat. ISPA masih merupakan masalah kesehatan yang penting karena menyebabkan kematian bayi dan balita yang cukup tinggi yaitu kira-kira 1 dari 4 kematian yang terjadi. Tujuan penelitian ini mengkaji faktor yang mempengaruhi frekuensi kejadian ISPA pada anak 6-12 bulan dengan pendekatan regresi multinomial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Frekuensi kejadian ISPA pada anak 6-12 bulan semakin sering terjadi pada anak yang tidak diberikan ASI, pemberian ASI secara parsial ataupun secara predominan, pada anak dengan berat badan lahir rendah /BBLR (< 2500 gram), pada anak yang tinggal bersama > dari 2, pada anak yang mendapatkan MPASI pada usia < 6 bulan, pada anak dengan status imunisasi tidak lengkap. Anak yang diberi ASI secara parsial mengalami ISPA dengan frekuensi sering dan jarang lebih tinggi dibandingkan dengan pemberian ASI secara eksklusi. Tingkat pendidikan ibu, hunian rumah, status perokok pasif tidak berhubungan dengan frekuensi kejadian ISPA. Dalam penelitian ini juga di dapatkan 62,2% yang berpendidikan tinggi memberikan ASI eksklusif kepada bayinya. Selain itu adanya penyuluhan dari petugas kesehatan tentang ASI eksklusif juga dapat meningkatkan pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif. Untuk meningkatkan kinerja tenaga kesehatan dilingkungan Kabupaten PAsuruan perlu dilakukan penelitian mengenai factor-faktor yang mempengaruhi penderita ISPA dan Diare pada Balita, sehingga diperoleh standar pelayanan minimal untuk balita yang terkena ISPA dan Diare, dan pada akhirnya perlu juga di sosialisasikan pada petugas tenaga kesehatan di Kabupaten Pasuruan.