2020 : Permodelan Numerik Bendung Gerak Karangnongko Dalam Mereduksi Banjir Dan Penyediaan Air Pada DAS Hilir Bengawan Solo

Umboro Lasminto ST., M.Sc.

Year

2020

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Banjir dan kekeringan yang sering terjadi di hilir DAS Bengawan Solo merupakan permasalahan yang sudah ada sejak dahulu. Hal ini memicu pemerintah membuat pengembangan sumber daya air dengan sebuah Master Plan yang membangun empat bendung utama sepanjang sungai Bengawan Solo, yaitu Bendung Gerak Karangnongko, Bendung Gerak Bojonegoro, Bendung Gerak Sembayat dan Bendung Gerak Babat. Bendung Gerak Karangnongko yang sedang berada dalam tahap pembangunan memiliki 9 pintu, diharapkan dapat mereduksi banjir dan memenuhi kebutuhan air di Blora dan Bojonegoro. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan pengoperasian pintu untuk mengatasi permasalahn tersebut. Untuk mencapai tujuan tersebut dibutuhkan data hidrologi yang mencakup curah hujan, peta stasiun hujan; data teknis bendung gerak, dan data sungai. Dari data hidrologi kita dapat memperoleh debit banjir rencana kala ulang yang selanjutnya digunakan untuk input model inline structure pintu bendung dengan data geometri sungai. Hasil dari pemodelan akan dikalibrasi untuk memastikan bahwa model menyurapai kondisi eksisting. Setelah kalibrasi, akan dilakuakn simulasi skenario yang menggunakan elevasi antara elevasi maksimum – elevasi minimum, dan elevasi diatas elevasi maksimum. Debit yang digunakan disesuaikan dengan kondisi elevasi yang ingin dipertahankan. Skenario akan disimulasikan dengan program bantu HEC-RAS, yang selanjutnya dilakukan analisa besar debit yang dapat dialirkan saat musim penghujan, besar air yang dapat dimanfaatkan saat musim kemarau, dan pola pengoperasian pintu yang sesuai. Hasil penelitian ini adalah pemodelan pengoperasian pintu Bendung Gerak Karangnongko yang dapat mereduksi banjir pada musim penghujan dan memenuhi kebutuhan air pada musim kemarau. Dalam hasil simulasi akan diambil skenario yang mendapatkan elevasi untuk mereduksi banjir, elevasi untuk menampung air dan pola pengoperasain pintu. Tahap selanjutnya, analisa debit yang dapat dialirkan saat musim penghujan, besar air yang dapat dimanfaatkan saat musim kemarau, sehingga permasalahan di hilir Bengawan Solo dapat teratasi. Kata Kunci : Pemodelan, Bendung Gerak, Karangnongko, Pengoperasian pintu