2017 : Prediksi Potensi Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca dari pengoperasian Tangki Septik Domestik dan Non Domestik di Surabaya Timur

Ir. Mohammad Razif MM.

Year

2017

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sudah menjadi masalah global, regional dan lokal yang berdampak terjadinya perubahan iklim (climate change). Presiden Indonesia dalam pertemuan G-20 di Pittsburg telah menyepakati penurunan emisi GRK di Indonesia sebesar 26% dengan usaha sendiri dan 41% jika mendapat bantuan international pada tahun 20120. Untuk itu telah dikeluarkan Peraturan Presiden RI 61/2011 (Anonim, 2011) yang berisi Rencana Aksi Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (RAN-GRK), termasuk diantaranya adalah pengelolaan limbah untuk kota besar. Ada 16 Kota yaitu 10 kota dengan Pengembangan Pengelolaan Air Limbah Off Site (Medan, Jakarta, Tanggerang, Bandung, Cirebon, Yogyakarta, Surakarta, Denpasar, Banjarmasin, Balikpapan), 6 kota dengan Pembangunan Baru Pengelolaan Air Limbah Off Site (Batam, Palembang, Semarang, Surabaya, Malang, Makasar). \n\nTujuan penelitian ini adalah memperoleh prediksi 10 tahun massa CO2 dan CH4 dari aktifitas domestik dan non domestik di Surabaya Timur, memperoleh prediksi 10 tahun pengurangan emisi GRK dengan pemanfaatan metana dari aktifitas domestik dan non domestik di Surabaya Timur, memperoleh prediksi 10 tahun potensi energi listrik dari aktifitas domestik dan non domestik di Surabaya Timur. \n\nData yang dikumpulkan dalam penelitian ini mencakup: Jumlah populasi dan jumlah KK untuk tiap kelurahan di Surabaya Timur dari tahun 2007 s/d 2016 (data ini diperoleh melalui data BPS berupa Kecamatan dalam angka), Jumlah fasilitas non domestik berupa mall, hotel, rumah makan, kantor, toko, rumah sakit, perguruan tinggi, dan industri di tahun 2016 (data ini diperoleh melalui data BPS berupa Kelurahan dalam angka), nomor pelanggan PDAM dari 80 responden sampel KK yang dipilih secara purposive sampel yang mewakili 40 kelurahan di Surabaya Timur (2 responden untuk tiap kelurahan), nomor pelanggan PDAM dari masing-masing responden sampel untuk fasilitas non domestik mewakili 7 kecamatan berupa mall (7 responden), hotel (7 responden), rumah makan (7 responden), kantor (7 responden), rumah sakit (7 responden), toko (7 responden), perguruan tinggi (7 responden), industri (7 responden) yang dipilih juga secara purposive sampel.\n\nPengolahan data dilakukan sebagai berikut: populasi total di 40 kelurahan akan diprediksi selama 10 tahun, dari 80 responden KK domestik akan diprintout pemakaian airnya selama 12 bulan tahun 2016 untuk dihitung pemakaian rata-rata setiap bulan dan setiap harinya dalam liter/orang/hari, 56 responden unit non domestik akan diprintout pemakaian airnya selama 12 bulan tahun 2016 untuk dihitung pemakaian rata-rata setiap bulan dan setiap harinya dalam liter/unit/hari. Dengan membagi pemakaian air minum non domestik dalam l/unit/hari dengan pemakaian air minum domestik dalam l/orang/hari akan diperoleh populasi ekivalen untuk setiap unit non domestik dalam satuan orang. Hasil ini kemudian digunakan untuk menghitung populasi ekivalen total dan prediksi selama 10 tahun dari seluruh fasilitas non domestik di wilayah Surabaya Timur. Selanjutnya akan dilakukan perhitungan emisi gas CO2 dan CH4 dari seluruh aktivitas domestik dan non domestik dengan mengalikan populasi prediksi dengan massa CO2\ntotal 89,38 gram/orang.hari dan massa CH4 total 20,72 gram/orang.hari. Perhitungan energi listrik dari metana (CH4) dan karbondioksida (CO2) dapat dilakukan dengan rumus E = Vgm x FK, dimana E = Produksi Energi Listrik (kWh), Vgm = Jumlah volume gas metana (m3), FK = Faktor Konversi (kWh/m3).