2018 : Analisis Produksi Biogas Menggunakan Bioreaktor Tipe Kontinyu dengan Menggunakan Resirkulasi pada Limbah Cair Tahu dan Kotoran Sapi

Ir. Roekmono MT
Ede Mehta Wardhana S.T., M.T
Mariyanto S.Si., M.T
Lucky Putri Rahayu S.Si., M.Si.
Ervin Nurhayati S.T.,M.T.,Ph.D
Murry Raditya S.T., M.T.
Sefi Novendra Patrialova S.Si., M.T
Maratus Sholihah S.T., M.T
Muhammad Attamimi B.Eng.,M.Eng.,Ph.D
Iftita Rahmatika S.T., M.Eng
Okta Putra Setio Ardianto S.T.,M.T
Ardi Nugroho Yulianto S.T.,M.T
Gita Marina Ahadyanti S.T., M.T
Adhi Iswantoro S.T.,M.T
Fadilla Indrayuni Prastyasari S.T., M.Sc
BANU PRASETYO S.FIL.,M.FIL
Danu Utama S.T.,M.T
M. Haris Miftakhul Fajar S.T., M.Eng.
Muhammad Luthfi Shahab S.Si.,M.Si


Abstract

Secara umum pembuatan biogas memanfaatkan limbah bahan organik, yang mana untuk menghasilkan biogas yang optimal, limbah yang digunakan harus memenuhi standar minimal kandungan karbon dan nitrogen. Proses biogas secara anaerobik juga mampu menurunkan nilai Chemical Oxygen Demand (COD) dan Biological Oxygen Demand (BOD) sehingga dapat memenuhi standar pembuangan limbah sesuai dengan peraturan Kementrian lingkungan hidup Nomor 15 tahun 2008 tentang Baku Mutu Air Limbah. Dalam proses pembuatan tahu, limbah cair yang dihasilkan cukup banyak dan belum memenuhi standar pembuangan limbah. Oleh karena itu, harus dilakukan proses pengolahan terlebih dahulu. Pengolahan secara anaerobik menjadi salah satu cara untuk mengurangi nilai COD dan BOD serta juga mampu menghasilkan gas bio atau gas metana (CH4) sebagai bahan bakar. Berdasarkan penelitian sebelumnya limbah cair tahu mampu menjadi bahan baku pembuatan biogas. Namun, karena kandungan nitrogen yang terlalu besar dibandingkan karbonnya, pembuatan biogas dengan limbah cair tahu tidak menghasilkan gas metana secara optimal sehingga harus ditambahkan bahan organik lainnya seperti kotoran sapi. Bioreaktor dalam pembuatan biogas telah banyak dikembangkan. Dalam penelitian yang akan dilakukan yaitu membandingkan pengolahan limbah cair tahu yang dicampur dengan kotoran sapi menggunakan bioreaktor tanpa resirkulasi dan dengan resirkulasi. Selain itu juga akan dilakukan pengukuran COD dan BOD sebelum serta setelah dilakukan proses secara anaerobik sehingga mampu mengetahui nilai parameter-parameter kinetik monod untuk dapat melakukan simulasi sehingga dapat mengetahui pengaruh lainnya tanpa melakukan eksperimen seperti mengetahui pengaruh laju effluent pada bioreaktor dengan resirkulasi. Kata kunci : Biogas, COD, BOD, Limbah cair tahu, Kotoran sapi, Kinetik monod.