2020 : Pengaruh Penerapan Modul Perancangan Bangunan Hijau terhadap Kualitas Rancangan pada Studio Perancangan Arsitektur Lanjut Program Magister Arsitektur

Ir. I Gusti Ngurah Antaryama Ph.D.

Year

2020

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Kepedulian lingkungan dan penghematan energi merupakan isu yang sangat penting dalam pembangunan berkelanjutan. Sekolah-sekolah arsitektur di Indonesia mengembangkan topik-topik pembelajaran yang merupakan tanggapan terhadap isu tersebut, termasuk Departemen Arsitektur ITS. Mata Kuliah Arsitektur Berkelanjutan dan Arsitektur Hijau merupakan mata kuliah yang dikembangkan pada kurikulum baik di program sarjana dan magister. Modul Perancangan Bangunan Hijau juga turut dikembangkan oleh salah satu institusi Bank Dunia, yakni International Finance Coorporation [IFC] Indonesia. Beberapa perguruan tinggi di Indonesia terlibat dalam penerapan modul ini pada Pendidikan arsitektur baik di program sarjana dan pascasarjana. Dengan diterapkannya modul ini diharapkan lulusan sekolah arsitektur akan memiliki kesadaran akan pentingan rancangan arsitektur yang hemat energi dan juga memperhatikan kelestarian lingkungan. Dengan kesadaran ini lulusan diharapkan memiliki kemampuan menghasilkan karya rancangan yang memenuhi sasaran tersebut. Program magister arsitektur ITS sudah menerapkan modul ini selama dua semester di dua tahun ajaran 2018/2019 dan 2019/2020. Beberapa karya rancangan arsitektur hijau telah dihasilkan dan Sebagian telah berhasil memenuhi kriteria bangunan gedung hijau. Penelitian ini secara khusus akan melihat pengaruh penerapan modul perancangan bangunan hijau pada kualitas rancangan arsitektur yang dihasilkan oleh mahasiswa pada mata kuliah Perancangan Arsitektur Lanjut. Keberhasilan penerapan sebuah modul yang dirancang secara eksternal oleh institusi di luar perguruan tinggi belum pernah diteliti secara khusus. Penelitian ini menggunakan metoda penelitian deskriptif dan korelasi didalam melihat hubungan penerapan modul dan kualitas karya rancangan arsitektur mahasiswa. Seluruh mahasiswa program magister yang mengikuti mata kuliah perancangan arsitektur lanjut dilibatkan sebagai responden. Statistik deskriptif digunakan dalam menganalsis data. Hasil yang diharapkan dari penelitian adalah dirumuskannya aspek-aspek pembelajaran dalam penerapan modul yang dapat meningkatkan kualitas rancangan arsitektur mahasiswa.