2017 : PENGOLAHAN AIR LIMBAH INDUSTRI BATIK TRADISIONAL DENGAN\nMENGGUNAKAN HIDROGEN PEROKSIDA (H2O2) DAN FENTON

Ir. Eddy Setiadi Soedjono Dipl.SE.M.Sc, Ph.D
Adhi Yuniarto ST.,MT.,Ph.D

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Batik merupakan warisan budaya Indonesia yang dikukuhkan oleh UNESCO pada\nbulan Oktober 2009. Di Indonesia banyak industri batik skala kecil dan industri\nskala rumah tangga yang belum mempunyai pengolahan limbah. Air limbah batik\nlangsung dibuang ke badan air tanpa pengolahan terlebih dahulu. Dalam air\nlimbah batik terdapat kandungan COD mencapai 3176 mg/L dan zat warna yang\ntinggi. Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 72 Tahun 2013 mengizinkan batas\nmaksimum COD 150 mg/L. Dari penelitian terdahulu diketahui bahwa hidrogen\nperoksida dan fenton dapat digunakan untuk menurunkan COD dan warna dalam\nair limbah. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis optimum hidrogen\nperoksida dan dosis optimum reeagen fenton terhadap penurunan COD dan warna\ndalam pengolahan air limbah batik. Air limbah batik diperoleh dari salah satu\nhome industry batik di Surabaya. Reaktor yang digunakan adalah beaker glass\nukuran 2L dengan proses pengolahan menggunakan alat jartes. Karakteristik awal\nair limbah batik (COD, warna, dan pH) diuji terlebih dahulu untuk menentukan\ndosis H2O2 yang harus ditambahkan pada sampel. Variasi dosis H2 yang diteliti\n5 mL, 8 mL, 11 mL. Variasi rasio molar Fe2+: H2O2 dalam penurunan COD dan warna dilakukan pada beberapa variasi kecepatan pengadukan. Variasi rasio Fe : H2O2 yang diteliti 1:1, 1:5, 1:10 dan 1: 20. Kondisi awal pengolahan diatur pada pH 3 dengan waktu kontak selama 3 jam. Variasi kecepatan pengadukan 100 rpm,\n150 rpm, dan 200 rpm. Selanjutnya dilakukan analisis residu besi dan H2 dengan variasi pH 8,9,10,11 pada proses post treatment. Analisis COD dilakukan dengan metode closed refluks. Analisis warna dan residu besi menggunakan\nmetode spektrofotometri. Analisis residu hidrogen peroksida dilakukan dengan\nmetode vanadate. Dalam penelitian ini akan diamati sebanyak 15 sampel uji. Dari\nhasil pengamatan akan dilakukan analisis data sehingga diperoleh kesimpulan.