2017 : PENGEMBANGAN SISTEM MANAJEMEN REVENU UNTUK TRANSPORTASI PUBLIK PADA SISTEM TRANSPORTASI CERDAS (ITS

Ir. Djoko Suprajitno Raharjo MT
Dr. Ir Endroyono DEA.
Dr. Ir. Suwadi M.T.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

“Smart-city & Intelligent Approach” merupakan terminologi yang membuat kota-kota di Indonesia tertantang untuk memanfaatkan TIK di semua aktifitas. Rektor ITS telah memasukkan smart-city sebagai salah satu andalan kiprah ITS dan hal itu mendorong SIEC-ITS (Pusat studi mandiri bidang smart-city dan solusi cerdas ITS) melakukan pengembangan dan inovasi, yang tidak saja yang bersifat makro (kebijakan dan frame work), tapi juga aplikasi nyata di lapangan, berupa hardware dan software. Master-Plan Intelligent Transportation Surabaya (ITS) adalah contoh produk makro yang dijadikan rujukan hingga saat ini. Master Plan ini melahirkan inovasi aplikasi S-ITS, sebuah sistem pengaturan lalu-lintas adaptif yang seluruh interfacenya dikembangkan oleh anak-anak bangsa. SIEC-ITS melakukan integrasi sistem e-Dishub, sebagai bagian dari konsep “Smart-Mobility”. Dengan interintegrasi ini, maka data dan informasi dari aplikasi e-Lalin, e-Transport, e-Perijinan, e-Pengujian, e-Sekretariat, e-Terminal, termasuk e-Parkir akan berada dalam satu platform terpadu, sehingga manajemen lalu-lintas, penataan transportasi dan pengendalian sarana-prasarana dapat dilakukan secara tepat, efektif dan efisien.\nMelalui penelitian ini, SIEC-ITS akan melakukan penelitian sistem manajemen armada, khususnya sistem manajemen revenu untuk angkutan massal cepat (AMC) Surabaya, yang dikelola dalam kerangka Smart-Mobility. Manajemen revenu yang berpusat pada konsep e-Ticketing memang bukan hal yang baru, sistem ini sudah dimulai sejak 2 puluhan tahun yang lalu, di negara-negara maju. Kunjungan team SIEC-ITS ke Eropa (Perancis dan Spanyol) di akhir tahun 2014, merupakan salah satu upaya agar sistem yang dikembangkan dapat selalu berada di kondisi (state of the art) terbaru dan siap di integrasikan. Harus diakui banyak sistem yang diklaim canggih, tetapi tidak siap untuk dikembangkan dan diintegrasikan. Dengan bukti sistem SITS di Surabaya, maka sistem e-Ticketing Surabaya harus diarahkan agar menjadi sistem yang benar-benar handal, efektif dan efisien, sebagai bagian dari Revenue Management bidang Transportasi.\nPada penelitian ini, penerapan manajemen revenue yang diusulkan tidak saja terfokus pada hardware dan software e-Ticketing, tetapi juga mempertimbangkan model bisnis, teknologi dan juga regulasi yang menyertainya. Dengan demikian, produk yang diharapkan lahir dari penelitian ini diantaranya adalah: adanya prototype terminal e-ticketing (hardware); algoritma, protokol dan interface manajemen revenue, serta rekomendasi penerapannya di kota-kota yang sedang menuju kota cerdas. Dalam sudut pandang ilmiah, produk akhir yang diharapkan adalah publikasi berskala Scopus/Reuter Thomson dan protoype produk yang siap ditingkatkan TRLnya.