2016 : SISTEM PENDISTRIBUSIAN PUPUK BERSUBSIDI DENGAN KUPON ELEKTRONIK BERKADALUARSA

Erma Suryani ST., MT., Ph.D
Arif Wibisono S.Kom.,M.Sc

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Pasokan pupuk penting bagi petani untuk mendukung hasil pertaniannya agar dapat membantu Negara Indonesia memenuhi pangan rakyatnya. Untuk memenuhi hal ini, pemerintah mengadakan kebijakan pupuk bersubsidi bagi para petani mitra. Salah satunya adalah dengan mempercayakan PT Petrokimia Gresik sebagai produsen untuk mendistribusikan pupuk bersubsidi ke para petani mitra di daerah Jawa Timur dan sekitarnya. Salah satu tantangan utama dalam pendistribusian pupuk adalah sulitnya menjamin bahwa pupuk bersubsidi sampai ke petani mitra dengan jumlah, barang, dan waktu yang tepat. Hal ini terjadi karena pencatatan distribusi pupuk masih dilakukan secara manual di masing masing lini distribusi. Hal ini mengakibatkan ketidak sesuaian informasi menjadi mudah ditemui, utamanya terkait jumlah barang, jenis barang, dan waktu distribusi.\n\nOleh sebab itu perlu adanya sebuah sistem berbasis teknologi informasi yang efektif dalam mengelola proses distribusi pupuk ke petani mitra. Pada penelitian ini peneliti mengusulkan sebuah sistem manajemen kupon dalam pendistribusian pupuk bersubsidi. Salah satu implementasi sistem manajemen kupon ini adalah dengan membuat perangkat lunak pendukung distribusi pupuk, sehingga visibilitas dari distribusi pupuk bersubsidi dapat terpenuhi. Oleh karena itu, kami menggunakan pendekatan waterfall dalam pengembangan perangkat lunak. Dalam waterfall terdapat tahapan proses pengembangan perangkat lunak. Tahap pertama adalah penggalian kebutuhan, kemudian dilakukan desain, implementasi dan pengujian. Penyebaran kuisioner terkait kinerja sistem dapat dilakukan setelah melakukan pengujian terhadap perangkat lunak.\n\nSebagai tambahan, untuk membantu meningkatan visibilitas distribusi, di dalam penelitian ini kami menganut fund flows dalam distribusi kupon. Dalam fund flows ini, aliran kupon bergerak searah dengan aliran uang dan berlawanan arah dari aliran produk. Jika di dalam aliran produk, produk bergerak dari produsen ke konsumen, aliran kupon bergerak sebaliknya yaitu dari bergerak dari petani mitra, agen, distributor hingga ke produsen. Aliran kupon dibuat berlawanan arah dengan produk untuk menjamin penyaluran pupuk bersubsidi mengikuti saluran distribusi yang sudah ditentukan sebelumnya. Dengan melakukan ini, kita bisa memonitoring lini-lini distribusi mana mana saja yang kurang efektif dan menjamin setiap lini distribusi mendapatkan beban distribusi pupuk sesuai dengan kemampuannya. Lebih jauh, kami juga mengusulkan agar kupon dibuat memiliki waktu kadaluarsa untuk mencegah penumpukan pupuk di gudang-gudang lini distribusi sekaligus menjamin para petani mitra mendapatkan pupuk tepat waktu sesuai yang dijadwalkan, tepat jumlah, dan tepat barang sesuai yang dijanjikan oleh pemerintah.\n\nTerakhir, kami berharap sistem yang kami kembangkan mampu membantu pemerintah dalam membantu meningkatkan kualitas distribusi pupuk bersubsidi sehingga mampu mendukung program pemerintah untuk berswasembada pangan di masa-masa mendatang.