2017 : POTENSI AKUAKULTUR LEPAS PANTAI YANG BERKELANJUTAN DI JAWA TIMUR

Dr. Dewi Hidayati S.Si., M.Si
Dr. Awik Puji Dyah Nurhayati S.Si., M.Si
Nurul Jadid S.Si., M.Sc
Noor Nailis Sa adah S.Si., M.Sc.


Abstract

Dominansi wilayah lautan di Indonesia (76,94% dari total luasan NKRI atau seluas 6.653.341,439 km2 (Ramdhan dan Arifin, 2013) membuka peluang besar pengembangan sektor perikanan di bidang marikultur. Namun demikian, pada tahun 2014 dilaporkan bahwa dari 4,58 juta ha lahan potensi marikutur baru dimanfaatkan kurang dari 2% (http://kominfo.jatimprov.go.id/read/umum/39696). Sementara itu, berdasarkan data Food and Agriculture Organization (FAO) disebutkan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara, selain Rusia dan Australia, dengan kedalaman laut paling sesuai untuk marikultur dengan metode kandang dan rawai (cages and longlines)(Kapetsky et al 2013.)Salah satu bidang perikanan yang belum banyak dikembangkan di Indonesia adalah akuakultur lepas pantai. Menurut Cicin-Sain et. al (2005), akuakultur lepas pantai merupakan terobosan baru yang potensial untuk memenuhi pasokan permintaan produk perikananlaut dan sebagai salah satu solusi penanganan maslah di pesisir seperti: persaingan untuk penggunaan perairan pesisir, nilai tanah pesisir yang tinggi serta penurunan produksi akibat kualitas air yang burukdi banyak daerah pesisir karena limpasan langsung dari kegiatan antropogenik di darat. Berdasarkan data FAO dalam situs resminya, http://www.fao.org/docrep/field/003/ac001e/dilaporkan bahwa perkembangan budidaya dekat pusat penduduk (daerah tambak, rawa) di Jawa terbengkalai dan tutup akibat polusi penggunaan pestisida dalam pengendalian hama padi. Usaha akuakultur yang berkelanjutan perlu dilakukan kuantifikasi masalah dari berbagai perspektif meliputi sosial, ekonomi dan ekologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan akuakultur perikanan secara berkelanjutan berdasar perspektif ekologi untuk mengintegrasikan potensi abiotik (seperti suhu, kedalaman, arus air dan oksigen) dan biotik bernilai ekonomis tinggi ( misal ikan pelagik besar) di perairan lepas pantai Jawa Timur. Berdasarkan studi referensi potensi perairan lepas pantai di Indonesia (Kapetsky et al 2013.; data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terbaru (KKP 2016, KKP 2017), ditentukan lokasi penelitian meliputi Pantai selatan Jawa Timur dan Pantai Utara laut Jawa yang berdekatan dengan wilayah Madura. Tahapan penelitian akan dilakukan selama tiga tahun yang disesuaikan dengan Diagram Fishbone Pusat Studi Kelautan ITS tahun 2017, semnatar parameter yang dikaji mengacu referensi pengembangan akuakultur lepas pantai (Genry, 2016,;Kapetsky et al 2013, Holmer, 2010). Tahapan penelitian meliputi: 1) Potensi Spasial Akuakultur Ikan Lepas Pantai di Jawa Timur Berbasis Karakterisasi Hidro-oseanografi, Fisikokimia dan biologi. Karakter Biologi yang diamati meliputi Komposisi jenis dan distribuasi ukuran ikan tangkapan serta analisis plankton untuk mengetahui potensi sumber pakan alami 2). Prospek Akuakultur Ikan Lepas pantai Jawa Timur yang Berkelanjutan: Aspek Bioekologi dan Pola Pakan kandidat spesies 3). Uji Pendahuluan Kesesuaian Lokasi dan Teknik Akuakultur Berdasarkan Survival rate dan Pertumbuhan Juvenile Ikan Akuakultur Lepas Pantai di Laut Selatan Jawa Timur. Manfaat dari penelitian ini adalah meningkatkan produksi ikan ekonomis tinggi yang berkualitas ekspor secara lestari serta meningkatkan peluang pekerjaan bagi masyarakat pesisir. Penelitian sangat relevan dengan fishbonePusat Studi Kelaiutan ITS tahun 2017 dan relevansebagai tindak lanjut dari program pemerintah di bidang kedaulatan pangan (Multilateral Meeting Prioritas Nasional Kemaritiman dan Kelautan, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, 2016)\n \n