2017 : Analisis peningkatan tahanan geser tanah lunak akibat adanya cerucuk berdasarkan permodelan di laboratorium

Prof.Ir. Indrasurya Budisatria Mochtar M.Sc,Ph.D.


Abstract

Cerucuk merupakan suatu metode perbaikan tanah yang sering dijumpai guna meningkatkan daya dukung pada tanah yang lunak maupun sebagai penguat lereng timbunan. Cerucuk bisa berupa tiang kayu berukuran panjang 4-6 meter dengan diameter 10 cm. Bisa juga tiang beton untuk tanah lunak yang lebih dalam. Tiang pracetak bebentuk persegi atau segitiga dengan sisi berukuran 10-40 cm, akan memberikan kapasitas daya dukung yang lebih besar (Departemen PU, 2005). Cerucuk telah berhasil digunakan di berbagai situasi penanganan kelongsoran maupun peningkatan stabilitas talud. Banyak metode yang telah dikembangkan dalam analisis pile slopes atau cerucuk (Ito et al.,1981; Poulos, 1995; chen and Poulos, 1997; Zeng and Liang, 2002; Won et al., 2005). Teori cerucuk terbaru adalah Teori Cerucuk 2015 yang diperkenalkan oleh Rusdiansyah (2015). Teori ini dikembangkan dari teori cerucuk Mochtar (2000) yang mengasumsikan kelompok cerucuk dianggap sebagai kelompok tiang pancang “rigid cap” di muka tanah yang menerima gaya horizontal. Gaya horizontal tersebut merupakan tegangan geser yang terjadi disepanjang bidang gelincir. Asumsi tersebut didasarkan pada teori tiang pancang penahan horizontal oleh NAVFAC DM-7,1971. Teori cerucuk 2015 diperoleh melalui permodelan cerucuk berskala mini di laboratorium. Permodelan tersebut menghasilkan kesimpulan bahwa tahanan geser tanah pada stabilitas lereng yang diperkuat dengan Cerucuk tidak hanya dipengaruhi oleh parameter momen maksimum (Mmaks), koefisien momen (Fm), dan faktor kekakuan Cerucuk (T), oleh (Mochtar, 2000). Tapi …