2017 : KAJIAN KEBIJAKAN PEMBIAYAAN PENDIDIKAN MAHASISWA UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIVITAS DAN EFISIENSI BIAYA PEMBELAJARAN TINGKAT SARJANA ITS

Dr. Widya Utama DEA
Sutopo Purwono Fitri ST., M.Eng., Ph.D.En
Anik Hilyah S.Si, M.T

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) telah mulai menjalankan statuta Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN BH) pada Januari 2017. Basis kinerja yang ditanamkan adalah corporate spririt. Pada Perguruan Tinggi Negeri Badan Layanan Umum (PTN BLU) yang begerak pada jasa pelayanan pendidikan, mahasiswa berada pada posisi sebagai pembeli jasa. Namun sebagai PTN BH, kepuasan pengguna / pelanggan sebagai stakeholder adalah salah satu indikator capaian terpenting Pemerintah/ masyarakat/ industri sebagai pengguna alumni ITS adalah pelanggan perguruan tinggi. Produk ITS adalah para sarjana., dan produk yang dihasilkan adalah sarjana berkualitas (mahasiswa). Dengandemikian dalamkerangkakerja PTN BH, dengan mahasiswa sebagai produk perguruan tinggi yang akandibeliolehpelanggannya, maka dapat dikatakan bahwa ITS bekerja selayaknya industri manufaktur, yaitu mengolah raw material (lulusan SMA sebagai bahan baku) menjadi produk yang dapat dijual (Sarjana yang dihargai oleh pelanggannya dengan gaji). Layaknya sebuah perusahaan dengan corporate spirit maka ITS harus memiliki focus strategy, yang dapat membantu dalam menghemat biaya produksi dan harusselalumeningkatkan efektivitas. Salah satu strategi yang biasa dijalankan perusahaan berbasis profit adalah menyesuaikan harga pokok produk dengan harga jual produk di pasar (nilai yang diberikan oleh konsumen). Untuk itu ITS juga harus dapat menentukan nilai jual produknya (sarjana lulus) dengan memperhatikan dan menyesuaikan dengan harga beli oleh pasar (nilai beli oleh industri/ pemerintah/ masyarakat pengguna). Dengan demikian, dapat disusun kebijakan terhadap langkah efisiensi biaya produksi dan efektifitas proses pendidikan oleh ITS dengan tolok ukur nilai jual produk yang akan dibeli oleh pelanggan ITS.Apabila nilai jual produk tidak sesuai dengan nilai beli pasar, dapat dilakukan evaluasi untuk melengkapi kekurangan atau bahkan meningkatkan kelebihan nilai produk. Nilai jual sarjana lulusan menjadi tolok ukur standar keberhasilan ITS. Apabila pengguna memberikan nilai beli dibawah standar, maka ada suatu kualitas yang “kurang” dari produk yang dihasilkan dan untuk itu harus dilakukan evaluasi atas kekurangan tersebut.\nDalam penelitian ini tujuan yang ingin dicapai adalah : Mengidentifikasi nilai jual sarjana lulusan ITS berdasarkan biaya pendidikan, Mengidentifikasi nilai beli yang diberikan oleh pengguna kepada sarjana lulusan ITS,Mengidentifikasi penyebab perbedaan nilai standar ITS dengan nilai beli oleh pengguna.,Memberikan saranterhadap proses “manufaktur” pendidikan tinggi di ITS.\n