2011 : Perancangan Model Pengukuran Kinerja Corporate Social Responsibility Berdasarkan Integrasi Model Pengukuran Kinerja PRISM dan Indikator Kinerja GRI (Studi Kasus: PT. Semen …

Dr.Ir. Patdono Suwigjo M.Eng,Sc.


Abstract

Model pengukuran kinerja CSR yang seringkali digunakan perusahaan adalah pedoman sustainability report GRI. Dalam pelaksanaan pengukuran kinerja CSR, didasarkan pada pengungkapan informasi atas penggunaan indikator-indikator kinerja praktek tenaga kerja, kinerja masyarakat, kinerja tanggung jawab produk, dan kinerja hak asasi manusia. Namun, indikator-indikator kinerja tersebut memiliki keterbatasan dalam melaporkan keterlibatan stakeholders di dalam kegiatan CSR perusahaan. Selain itu, dalam merumuskan kegiatan CSR hanya didasari pada keinginan stakeholder sedangkan dari sisi kontribusi stakeholder pada perusahaan belum menjadi landasan ukuran keberhasilan kinerja CSR. Oleh karena itu, diperlukan penggunaan model/konsep lain dari pengukuran kinerja yang dapat mengakomodasikan tidak hanya keinginan stakeholder tetapi juga kontribusi stakeholder. Berdasarkan kebutuhan tersebut, maka dipilihlah model pengukuran kinerja PRISM untuk melengkapi indikator kinerja GRI. Penelitian ini mencoba untuk menggabungkan kedua model tersebut dengan mengambil sisi positif dari kedua model GRI dan PRISM yaitu: GRI sudah menetapkan apa yang harus dilaporkan dan PRISM yang memperhatikan tidak hanya stakeholder want and need tetapi juga stakeholder contribution.Hasil perancangan model yang telah dibuat, dilakukan penerapan di PT. Semen Gresik (Persero), Tbk. Berdasarkan hasil identifikasi indikator kinerja CSR perusahaan, dihasilkan empat puluh dua key performance indicator (KPI) CSR. Adapun perinciannya adalah stakeholder pemegang saham enam KPI CSR, stakeholder calon …