2017 : Model Pengereman Hybrid Aktif Regeneratif Electric Vehicle (EV)

Dr. Ir. Bambang Sampurno MT.

Year

2017

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Prinsip Regenerative Braking dan Hybrid dirancang untuk mewujudkan iklim low emission.\nBerkaitan dengan ini diperlukan sistem pengereman yang mampu memaksimalkan performa\nRegenerative Braking dan Regenerative Energy kendaraan. Kontrol kooperatif Regenerative\nBraking dan gesekan rem harus dapat diatur, khususnya ketika dibutuhkan situasi respon yang\ncepat (fungsi ABS). Anti – Lock Braking System (ABS) harus dapat bekerja berdapampingan\ndengan Regenerative Braking.\n Studi menunjukkan bahwa separuh dari energi keseluruhan kendaraan diperlukan untuk\npengereman pada kondisi siklus kemudi urban (Urban Driving Cycle). Lebih dari 60% energi\npengereman dapat disimpan kembali pada siklus kemudi urban khusus. Jarak tempuh kendaraan\nyang dekat merupakan suatu kelemahan pada kendaraan listrik (EV) dan hibrid (HEV) jika tidak\nmenggunakan kontrol Regeneratif Braking dan ABS. Dengan menangkap kembali energi\npengereman, dapat meningkatkan 26% jarak tempuh kendaraan listrik (EV) pada siklus urban.\n Menindak lanjuti hal ini, maka dalam penelitian ini akan mengembangkan sistem\npengereman Hybrid Aktif Regeneratif untuk mengetahui seberapa besar energi yang digunakan\nuntuk pengereman dan ditangkap kembali menjadi energi regeneratif sistem. Sehingga\ndiharapkan Energy Loss dapat diminimalisir sekecil mungkin. Studi ini juga menggunakan\nsimulasi Hardware In Loop (HIL) dan Numerical Software. \n\nKata Kunci : regenerative braking, hybrid aktif regeneratif, ABS, energi loss