2016 : Peningkatan Populasi Bambu Laut (Isis hippuris, Linnaeus 1758) di Perairan Pasir Putih – Situbondo sebagai Upaya Konservasi dan Peningkatan Ketahanan Ekosistem Pesisir

Dr. Dra. Dian Saptarini M.Sc
Farid Kamal Muzaki S.Si, M.Si

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Sebagai salah satu negara maritim yang memiliki wilayah Coral Triangle terluas, Indonesia secara global dikenal memiliki keanekaragaman hayati laut tertinggi dan sebaliknya, juga memiliki proporsi tertinggi dalam hal persentase terumbu karang yang terancam oleh kegiatan antropogenik. Salah satu spesies penyusun terumbu yang pada tahun-tahun belakangan ini mengalami penurunan populasi yang cukup signifikan akibat eksploitasi adalah gorgonian Isis hipppuris Linnaeus, 1758 atau yang lebih dikenal dengan nama Bambu Laut. Spesies tersebut banyak dieksploitasi dan diekspor untuk dijadikan campuran bahan bangunan, sumber senyawa bioaktif (untuk anti kanker dan anti virus). Eksploitasi Bambu Laut telah berlangsung dalam skala yang massif sehingga menurunkan populasi alami dan mengancam kelestarian Bambu Laut itu sendiri. Mengantisipasi hal tersebut, telah diterbitkan KepMen KKP No. 46 Th. 2014 tentang penetapan status perlindungan terbatas Bambu Laut. Akan tetapi, paya konservasi semestinya tidak berhenti pada pembatasan eksplotasi namun juga melalui upaya untuk meningkatkan populasi alaminya, salah satunya melalui tranplantasi. Penelitian ini ditujukan adalah untuk mengetahui kecepatan pertumbuhan fragmen transplant Bambu Laut dengan ukuran panjang fragmen yang berbeda. Kemudian, melalui penelitian ini diharapkan juga dapat diketahui kecepatan pemulihan koloni induk. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi metode prioritas untuk meningkatkan populasi alami Bambu Laut. Hasil penelitian diharapkan juga dapat menjadi dasar bagi upaya budidaya Bambu Laut sehingga di masa mendatang sediaan stok Bambu Laut tidak lagi mengandalkan hasil pengumpulan dari alam.