2017 : KAJIAN TEKTONIKA ARSITEKTUR CANDI BERBAHAN\nBATA MERAH\nDITINJAU DARI KONSTRUKSI – \nCANDI PENINGGALAN MAJAPAHIT\n\n

Dr. Ir. Vincentius Totok Noerwasito
Drs. R. Bambang Gatot Soebroto M.T.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

KAJIAN TEKTONIKA ARSITEKTUR CANDI BERBAHAN BATA MERAH DITINJAU DARI KONSTRUKSI – CANDI PENINGGALAN MAJAPAHIT\nOleh :\nDrs. R.Bambang Gatot Soebroto, MT\nDr.Ir. Vincentius Totok Noerwarsito, MT\nTjahja Tribinuka, ST, MT\n\nRINGKASAN\n\nNat pada sambungan bata, candi bata merah artefak kerajaan Majapahit di Trowulan- Mojokerto nyaris tidak tampak (tipis sekali) serupa garis. Kemudian tepi sambungannya juga tanpa celah (rongga), berarti kualitas dinding batanya rata, rapih dan kekuatan bata candi istimewa (dibuat memakai pengetahuan penguasaan bahan yang terampil). Karena ditumpuk, diukir, disambung dan menerima beban dari atas maupun samping, berarti ada teknik atau bahan tertentu untuk merekatkan satu bata dengan lainnya.\nHal demikian sungguh menarik, mengingat jaman sekarang penyambungan bata apapun mempergunakan semen. Semen adalah bahan bangunan yang harganya sering meningkat mahal.\nCandi berbahan bata merah dibuat, disambung-ditumpuk, diukir; setelah atau sebelum terpasang, dalam kondisi matang ataukah mentah. Bila matang (selesai dibakar) bata akan mengeras relatif sulit diukir , kondisi mentah bata mudah diukir tetapi rapuh atau mudah patah.\nTujuan penelitian ini menggali pengetahuan masa lalu dengan membuktikan informasi dan hipotesa. Penelitian ini juga mencari bahan pengisi Nat sambungan bata, dan kelak berguna dijaman sekarang.\nCaranya, studi literatur, survey pengamatan langsung, membuat tiruan bata merah hingga pengukiran, membuktikan teori literatur-informasi arkeologi atau Museum. Penyambungan lalu pengukiran bata merah kondisi matang, maupun mentah, serta elemen penyambungan kosong( menurut arkeolog Trowuan teknik “Kosod”; menggosok bata matang dengan bata matang) tanpa apa-apa (hanya air), perlu dibuktikan. Hipotesa; memakai air, lumpur, kapur, getah hingga putih telur. Hasilnya disusun dalam tabel matrik hingga tahap pengujian; patah, hancur atau utuh sama sekali.\nHasilnya sistem konstruksi bata merah- serupa artefak candi peninggalan Majapahit.\nPembuatan dan tektonika bata merah hasil karya masa lalu (jaman kerajaan Majapahit) bukanlah sebuah kejadian sederhana.\n\nKata kunci : candi, tektonika, bata merah, ukir, tempel\n\n\n\n