2017 : PEMANFAATAN UMBI PORANG (Amorphophallus oncophyllus) UNTUK CANGKANG KAPSUL HALAL

Dra. Harmami M.Si.
Dra. Ita Ulfin M.Si.
Prof.Dr.rer.nat. Fredy Kurniawan S.Si., M.Si

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Kebutuhan cangkang kapsul sangat penting dalam bidang farmasi. Cangkang kapsul merupakan pembungkus obat yang pada umumnya terbuat dari bahan dasar gelatin. Kandungan terbesar dari cangkang kapsul adalah 70% gelatin, dan sisanya adalah material lain seperti pewarna, gliserol dan air. Pada suhu 35°C, gel gelatin mengalami kerusakan akibat terganggunya ikatan hidrogen pada molekul gelatin. Keunikkan ini menyebabkan gel gelatin mudah meleleh dalam cairan bilologi dalam tubuh yang memiliki suhu rata-rata 30°C. Gelatin berasal dari jaringan dalam tubuh hewan. Sumber produksi gelatin terbanyak adalah kulit babi (46%). Selain babi, gelatin juga dapat diperoleh dari sapi (29,4%), tulang sapi (23,1%), dan ikan (1,5%). Sejauh ini, gelatin yang digunakan dalam industri makanan dan farmasi adalah gelatin sapi dan babi. Hal ini menyebabkan kekhawatiran bagi umat Muslim apabila gelatin yang digunakan tersebut adalah gelatin babi. Pada ajaran Islam babi dan olahannya adalah haram untuk dikonsumsi oleh masyarakat Muslim. \nDari indicator yang telah diungkapkan diatas, maka alternatif bahan gelatin dari babi untuk fabrikasi cangkang kapsul sangat diperlukan. Menurut beberapa sumber, polimer seperti HPMC (Hydroxypropyl Methylcellulose) yang merupakan material turunan tanaman dapat digunakan untuk menggantikan gelatin babi dalam pembuatan cangkang kapsul. Polimer pati adalah sumber HPMC terbesar di alam, yang dapat dimanfaatkan sebagai material kapsul. Polimer pati memiliki keuntungan mudah larut dalam air dan bahan pembuatan plastik yang baik. Konjac glukomannan merupakan jenis HPMC yang banyak terdapat dalam umbi porang (Amorphophallus oncophyllus). Umbi porang banyak ditemukan di Indonesia dan hanya dimanfaatkan untuk komoditas ekspor. Oleh karena itu, pemanfaatan salah satu komoditas dari Indonesia ini perlu dilakukan. Hal ini tidak hanya akan meningkatkan nilai ekonomi dari tanaman porang, tetapi juga dapat menghasilkan suatu produk yang halal sehingga masyarakat Muslim khususnya tidak perlu khawatir lagi untuk mengkonsumsi obat-obatan. Pada penelitian ini akan digunakan konjac glukomannan yang berasal dari umbi porang sebagai bahan dasar untuk pembuatan cangkang kapsul halal. Umbi porang akan diekstrak sehingga diperoleh polimer konjac glukomannan dan dikombinasikan dengan bahan lain yang halal untuk proses pembuatan cangkang kapsul. \n