2017 : Identifikasi Awal Kondisi Land Use di Tiap-Tiap Stasiun Yang Menjadi Tempat Pemberhentian KA Penumpang di Kota Surabaya

Dr. Ir. Hitapriya Suprajitno M.Eng
Dr.Ir. Ria Asih Aryani Soemitro M.Eng.


Abstract

Kondisi guna lahan/land use di tiap-tiap stasiun yang menjadi tempat pemberhentian KA Penumpang di Kota Surabaya, merupakan salah satu komponen penting yang harus diperhatikan, karena terkait dengan bangkitan dan tarikan pergerakan di sekitar stasiun tersebut. Oleh karena itu diperlukan suatu adanya identifikasi awal kondisi land use di tiap-tiap stasiun yang menjadi tempat pemberhentian KA Penumpang di Kota Surabaya. Tujuan dilakukannya identifikasi awal ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan lahan di sekitar stasiun dan ketersediaan tempat pemberhentian angkutan umum. Metode yang dilakukan pada identifikasi awal ini adalah pengumpulan data primer terkait observasi lapangan pemanfaatan lahan di sekitar stasiun yang menjadi tempat pemberhentian KA Penumpang di Kota Surabaya. Hasil identifikasi awal dapat diketahui bahwa pemanfaatan lahan di Stasiun Semut, Stasiun Pasar Turi, Stasiun Wonokromo dan Shelter Margorejo berada pada guna lahan (pusat kegiatan sangat padat) di lokasi CBD dan Kota. Pemanfaatan lahan di Stasiun Gubeng, Shelter Gubeng, Shelter Jemursari berada pada guna lahan (padat perkantoran, pertokoan, dan jasa) di lokasi Kota. Pemanfaatan lahan di Shelter Kertomenanggal, Stasiun Waru, Stasiun Sepanjang dan Stasiun Tandes berada pada guna lahan (campuran padat: perkantoran, perumahan, jasa, pertokoan, pendidikan) di lokasi pinggiran. Pemanfaatan lahan di Stasiun Kandangan, Stasiun Benowo, Stasiun Cerme berada pada guna lahan (campuran jarang: perumahan, pendidikan, lading/sawah, tanah kosong) di lokasi pinggiran. Ketersediaan tempat …